KEMAMPUAN IMAJINASI ANAK USIA DINI SEBAGAI SUMBER IDE PEMBUATAN KARYA TEKSTIL (Berupa Mainan Edukatif dengan Konsep Warna Dalam Bentuk)

SULISTIYOWATI, AMIN (2009) KEMAMPUAN IMAJINASI ANAK USIA DINI SEBAGAI SUMBER IDE PEMBUATAN KARYA TEKSTIL (Berupa Mainan Edukatif dengan Konsep Warna Dalam Bentuk). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (998Kb)

    Abstract

    Setiap orang ingin memiliki anak yang cerdas karena kecerdasan adalah modal penting bagi si anak untuk mengarungi kehidupan. Generasi yang cerdas diharapkan dapat menjadi tonggak kemajuan bangsa. Hal ini pula yang menjadi tanggung jawab orang tua sebagai orang yang paling dekat dengan anak. Adapun definisi kecerdasan intelegensi menurut David Wechsler adalah kemampuan bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungan secara efektif . Secara garis besar intelegensi adalah kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional ( Sri widayati dan Utami Widijati, 2008:2 ). Oleh karena itu intelegensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan perwujudan dari proses berpikir rasional. Tidak semua anak dilahirkan untuk menjadi seniman, ilmuwan ataupun pengusaha yang hebat, tetapi hampir semua anak dilahirkan dengan kemampuan dan keinginan untuk menjadi kreatif. Dan semua Ibu dapat membantu anaknya untuk mengembangkan hal ini. Pengamatan setiap hari pada putri kecil penulis Zahra akan menjadi awal pengamatan terhadap perkembangan dan imajinasi anak mulai usia 12 bulan – 24 bulan, diantaranya adalah : usia 12 bulan – 15 bulan, hasil pengamatan awal menunjukkan: awal usia 12 bulan belum bisa berjalan sendiri, tetapi sudah bisa berbicara, anak mulai senang melihat acara faforitnya (CD perkembangan dan kecerdasan untuk bayi, misalkan brainy baby salah satu diantaranya belajar berfikir kreatif dan bermain), sudah mulai corat-coret. Saat usia 13 bulan Zahra mulai berlatih berjalan tapi masih belum bisa lancar. Dia masih senang dengan kereta bayinya, hingga usia 15 bulan dia baru lancar berjalan. Dengan bermain anak akan menemukan kekuatan serta kelemahannya sendiri, minatnya, cara menyelesaikan tugas – tugas dalam bermain, dll. Dari kebiasaan putri kecil penulis ini, bisa jadikan sumber ide untuk pembuatan karya tekstil. Dari beberapa kebiasaan yang tertulis mulai usia 12 bulan ada saat yang sangat menonjol untuk dijadikan sumber ide dalam tugas akhir ini.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Kriya Seni
    Depositing User: Miftahful Purnanda Puspasari
    Date Deposited: 26 Jul 2013 15:39
    Last Modified: 26 Jul 2013 15:39
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/9624

    Actions (login required)

    View Item