ANALISIS PENERAPAN PENGHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI MESIN POWER THRESER BERDASARKAN JOB ORDER COSTING PADA BENGKEL LAS KREBO SUKOHARJO

Djohari, Marisa (2010) ANALISIS PENERAPAN PENGHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI MESIN POWER THRESER BERDASARKAN JOB ORDER COSTING PADA BENGKEL LAS KREBO SUKOHARJO. Other thesis, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

[img] PDF - Published Version
Download (492Kb)

    Abstract

    Indonesia adalah sebuah negara yang dikenal sebagai negara agraris yang sebagian besar wilayahnya berupa lahan pertanian yang luas dan subur dengan mayoritas mata pencaharian penduduknya sebagai petani. Beras merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia. Dengan semakin berkembangnya jaman maka kebutuhan akan teknologi di bidang pertanian semakin ditingkatkan. Salah satunya dengan menyediakan alat pertanian. Untuk meningkatkan hasil pertanian khususnya padi, diperlukan alat pertanian dengan teknologi yang canggih agar dapat mengefektifkan proses pananganan pasca panen. Demi pemenuhan hal tersebut maka banyak industri yang menawarkan produk pertanian dengan berbagai macam pilihan dan kegunaan yang variatif dan efektif. Salah satu produk yang menunjang proses penanganan pasca panen padi (www.pse.litbang.deptan.go.id/ind/index.php, 16/12/2009, 19.13) yaitu dengan menggunakan mesin power threser. Dalam menghadapi persaingan global, perusahaan harus dapat mempertahankan keunggulannya. Tersedianya berbagai macam pilihan produk pertanian menjadikan keinginan konsumen akan produk yang bermutu tinggi, sangat fungsional, tepat waktu dalam penyerahan serta berharga murah menjadi tinggi. Untuk itu perusahaan dituntut untuk mampu memanfaatkan semua teknologi yang ada, sehingga dapat digunakan dalam pengambilan keputusan dan penetapan kebijakan-kebijakan yang menguntungkan dengan didukung oleh informasi yang akurat dan tentunya teknologi tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam proses kegiatan perusahaan. Keadaan ini juga dibutuhkan oleh perusahaan manufaktur yang membutuhkan manajemen yang baik serta perkembangan teknologi yang lebih canggih. Industri pertanian merupakan salah satu mata pencaharian yang diandalkan oleh penduduk Indonesia untuk melayani kebutuhan masyarakat. Dalam rangka memenuhi hal tersebut, industri pertanian juga perlu memanfaatkan teknologi baik di bidang pertanian yang berupa penggunaan alat-alat pertanian canggih yang menunjang proses pasca panen, maupun teknologi yang berkaitan dengan informasi dan komunikasi seperti penggunaan mesin dalam membantu proses produksi secara cepat dan berkualitas (www.spi.or.id/?p, 16/12/2009, 20.28). Dengan penggunaan berbagai macam teknologi tersebut, biaya overhead diperkirakan meningkat dikarenakan adanya proses produksi yang semakin kompleks dan produk yang dihasilkan semakin beragam. Berdasarkan kondisi tersebut, maka diperlukan suatu sistem dan strategi yang tepat serta sesuai dengan perkembangan dan keinginan konsumen, sehingga dengan penggunaan sistem yang tepat dapat dihasilkan informasi yang akurat. Dalam melakukan proses produksi, perusahan tentunya tidak terlepas dari pembiayaan atas proses produksi tersebut, sehingga perusahaan dituntut untuk menetapkan pembiayaan atas pelayanan yang telah diberikan secara tepat dan efisien dengan tetap memperhitungkan risiko atau hasil yang akan diperoleh dalam penentuan besarnya tarif yang harus dibayar oleh para konsumen. Dalam penentuan harga pokoknya, terkadang perusahaan masih menggunakan sistem akuntansi tradisional di mana sistem ini tidak sesuai dengan lingkungan pemanufakturan yang maju pada penentuan harga pokok produksi. Dalam perencanaan dan pengendalian dengan menggunakan sistem tradisional, digunakan mekanisme pengendalian dan membandingkan antara biaya sesungguhnya dengan biaya yang dianggarkan. Apabila biaya sesungguhnya melebihi anggaran, manajer menganggap terjadi suatu ketidakbijaksanaan dalam sistem tersebut, sehingga untuk mencapai standar tersebut dapat menimbulkan perilaku yang tidak semestinya.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
    Divisions: Fakultas Ekonomi > D3 - Akuntansi Perpajakan
    Depositing User: Ahmad Santoso
    Date Deposited: 25 Jul 2013 20:02
    Last Modified: 25 Jul 2013 20:02
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/9525

    Actions (login required)

    View Item