TINJAUAN YURIDIS PERJANJIAN PEMASANGAN IKLAN NIAGA DI RADIO PTPN FM SOLO

Iqbal, Abuddzar Muhammad (2007) TINJAUAN YURIDIS PERJANJIAN PEMASANGAN IKLAN NIAGA DI RADIO PTPN FM SOLO. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (232Kb)

    Abstract

    Dewasa ini bisnis media di Indonesia semakin pesat. Hal ini karena semakin banyak peluang usaha yang diciptakan. Selain itu orang Indonesia semakin sadar bahwa media merupakan faktor yang sangat penting apabila seseorang ingin usaha yang dimilikinya maju. Dengan media massa, sebuah perusahaan bisa beriklan menawarkan produknya. Beberapa media massa yang saat ini ada yaitu: televisi, radio siaran, surat kabar dan internet. Radio siaran merupakan komponen media komunikasi massa yang memiliki peran dan hubungan timbal balik dengan bangsa Indonesia. Dalam perkembangannya radio siaran tidak hanya harus memenuhi dan menciptakan selera publik tapi juga punya peran di dalam membentuk opini serta kontrol sosial, seperti yang tercantum dalam Undang- Undang No 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran Pasal 4 ayat (1) yang berbunyi: “Penyiaran sebagai kegiatan komunikasi massa mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial”. Dengan banyaknya fungsi dari radio tersebut, maka sudah seharusnya radio dapat bersaing dengan media massa lain untuk memperoleh posisi yang kuat di masyarakat. Diawali oleh nuansa amatiran dilajutkan dengan kuatnya posisi radio siaran sebagai sarana hiburan akhirnya berkembang memainkan peran cukup signifikan sebagai media massa. Bila sebelumnya radio siaran 12 bertumpu pada fungsi tunggal yaitu hiburan, kini mulai mengkristal sekaligus paling sedikit mempunyai lima kepentingan industri yaitu : hiburan, informasi & penerangan, pendidikan, jurnalistik dan komersil. Era industri radio ini dikenal sebagai : Paradigma Baru Radio Siaran (Amnast Nasution.2003. Potret Perkembangan & Potensi Iklan Radio Di Sumatera Utara, http://www.ppi.co.id (diakses tanggal 2 April 2007). Konsekuensi dari perkembangan tersebut menuntut radio siaran mengembangkan dan meningkatkan kinerja secara profesional untuk disesuaikan dengan dinamika publik yang dilayani dalam sajian hiburan, pendidikan, terutama informasi. Berbagai kendala dan hambatan tidak dapat membendung tumbuh dan berkembangkannya radio siaran itu sendiri. Walaupun pertumbuhan dan perkembangan Radio Siaran Swasta (RSS) di Indonesia tidak terlepas dari berbagai aspek antara lain: historis, politik, hukum, sosial, ekonomi, budaya, teknologi , fungsi, dan peran. Secara historis RSS telah melalui rangkaian perjalanan panjang penuh dinamika yang terlepas dari bagian sejarah perjalanan politik bangsa sejak tumbangnya orde lama. Pada awal kelahirannya, radio siaran swasta merupakan intensitas komunikasi bagi perjuangan mahasiswa dan pelajar ketika turut berperan menumbangkan rezim orde lama. Pada masa itu radio siaran masih disebut dan berstatus amatir bertebaran dalam bentuk komunitas kampus (Amnast Nasution.2003. Potret Perkembangan & Potensi Iklan Radio Di Sumatera Utara, http://www.ppi.co.id (diakses tanggal 19 April 2007)). Sepanjang pemerintahan orde baru, memang kehidupan RSS berkembang akan tetapi penuh dengan keresahan dan tidak pernah mendapatkan perlindungan hukum karena ketika itu undang-undang tentang penyiaran belum ada. RSS terus diawasi dengan dalih "Pembinaan". Ketika orde baru harus tumbang dirobohkan arus reformasi, maka radio siaran juga tampil memainkan peranan sebagai komunikator masyarakat.3 Dari masa ke masa, peranan radio selalu penting. Di kota Solo sendiri saat ini sudah terdapat kurang lebih 30 stasiun radio antara lain PTPN FM, RIA FM, Jaya Pemuda Indonesia (JPI) FM, Kita FM, Solopos FM, Solo Radio FM, Prambors FM, Manajemen Qolbu (MQ) FM, dan lain sebagainya. Berbagai media elektronik, ternyata tidak menenggelamkan radio sebagai salah satu media pilihan konsumen. Hampir semua kalangan mempunyai radio di rumahnya. Munculnya banyak stasiun televisi lokal maupun nasional ternyata juga belum mampu menggeser peran radio sampai saat ini karena sebagai media massa, radio siaran mempunyai karakteristik yang tidak dipunyai oleh media lain yaitu (Amnast Nasution. 2003. Potret Perkembangan & Potensi Iklan Radio Di Sumatera Utara, http://www.ppi.co.id. Diakses tanggal 19 April 2007): 1. Media siaran yang sangat fleksibel, murah dan tidak terbatas pada gerak, ruang serta waktu 2. Memiliki kecepatan dan ketepatan dalam mencapai khalayak. 3. Kemampuan yang tinggi dalam menghimpun dan membentuk opini massa. 4. Tidak dapat dihempas dengan peniadaan material. 5. Dapat dengan cepat menyesuaikan format siaran menurut kondisi serta situasi. 6. Pendengar radio mencakup wilayah sangat luas dengan jumlah khalayak melampaui media manapun. Sementara itu fungsi dari radio siaran adalah : 1. Memenuhi rasa ingin tahu (sense of curiosity) publik 2. Mengembangkan intelektual sosial dengan menawarkan gagasan kemajuan ( the idea of the progress) 3. Mengembangkan interaksi sosial 4. Mencegah terbentuknya masyarakat diam dan skeptis (society of sadentaries)4 Fungsi lain dari radio adalah media untuk para produsen memasarkan produknya melalui iklan. Menurut Undang-Undang RI No. 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran Pasal 1 ayat (6), “Siaran iklan niaga adalah siaran iklan komersial yang disiarkan melalui penyiaran radio atau televisi dengan tujuan memperkenalkan, memasyarakatkan, dan/atau mempromosikan barang atau jasa kepada khalayak sasaran untuk mempengaruhi konsumen agar menggunakan produk yang ditawarkan”. Seperti media massa yang lain, radio juga hidup dan berkembang melalui iklan. Hal ini juga sudah diatur dalam Pasal 19 Undang-Undang No.32 Tentang Penyiaran yang berbunyi: “Sumber pembiayaan Lembaga Penyiaran Swasta diperoleh dari: 1. siaran iklan; dan/atau 2. usaha lain yang sah yang terkait dengan penyelenggaraan penyiaran”. Iklan merupakan pesan-pesan penjualan yang paling persuasif yang diarahkan kepada calon pembeli yang paling potensial atas produk berupa barang dan jasa tertentu dengan biaya tertentu. Pemasaran melihat iklan sebagai bagian dari strategi promosi secara keseluruhan. Komponen lainnya dari promosi termasuk publisitas, relasi publik, penjualan, dan promosi penjualan (http: //www.wikipedia.org. diakses tanggal 19 April 2007). Periklanan merupakan salah satu bentuk khusus komunikasi untuk memenuhi fungsi pemasaran. Untuk dapat menjalankan fungsi pemasaran, maka apa yang harus dilakukan dalam kegiatan periklanan tentu saja harus lebih dari sekedar memberikan informasi kepada khalayak. Salah satu media untuk beriklan adalah radio. Tanpa iklan, radio tidak akan bisa bertahan. Namun tanpa media radio, produsen juga tidak bisa memasarkan produknya lebih optimal, karena kelebihan lain dari radio adalah bisa menjangkau konsumen di daerah tertentu termasuk pedalaman. Iklan5 diperoleh dari pengguna jasa periklanan seperti: biro iklan, produsen, distributor serta perusahaan dan pelaku usaha yang memerlukan jasa promosi. Salah satu radio swasta niaga di Solo yang sudah cukup lama berdiri dan masih bertahan sampai sekarang adalah radio PTPN FM. Radio PTPN FM mempunyai segmentasi menengah ke atas. Dengan berbagai macam acara yang ada, radio PTPN FM memiliki berbagai macam pendengar, mulai dari anak-anak, remaja dan dewasa. Dengan memilih tipe program dan segmen radio yang sesuai, pengiklan di radio PTPN FM bisa memilih untuk mengekspos merk produknya ke tipe pendengar yang dikehendaki, baik itu dari segi usia, etnik maupun gaya hidup tertentu. Seperti dalam hal jual beli, pemasangan iklan di radio juga membutuhkan adanya perjanjian. Karena dengan perjanjian, masing-masing pihak akan mengetahui hak dan kewajibannya. Dalam perjanjian iklan di radio, tentu terdapat hak dan kewajiban yang harus di taati bersama antara pengguna jasa iklan dengan pihak radio. Hal ini dimaksudkan agar semuanya dapat berlangsung dan berhasil optimal. Bertitik tolak dari hal-hal tersebut di atas, maka penulis ingin mengkaji lebih mendalam tentang perjanjian pemasangan iklan di radio khususnya di radio PTPN FM. Pemilihan radio PTPN FM sebagai tempat penelitian adalah untuk mengetahui hubungan hukum yang terjadi antara pihak pemasang iklan dengan pihak radio PTPN FM, berkaitan dengan segmentasi pasar yang dipilih oleh radio PTPN FM yang beragam. Oleh karena itu, untuk selanjutnya penulis ingin menuangkan penelitian tersebut dalam suatu karya ilmiah dalam hal ini berbentuk skripsi dengan judul “TINJAUAN YURIDIS PERJANJIAN PEMASANGAN IKLAN NIAGA DI RADIO PTPN FM SOLO”

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: neno sulistiyawan
    Date Deposited: 25 Jul 2013 18:56
    Last Modified: 25 Jul 2013 18:56
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/9491

    Actions (login required)

    View Item