HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN BALITA DI TAHUNAN KABUPATEN JEPARA

DEWI, RISKA SEPTIANA (2011) HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN BALITA DI TAHUNAN KABUPATEN JEPARA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (426Kb)

    Abstract

    Keadaan gizi yang baik merupakan salah satu unsur penting dalam upaya mencapai derajat kesehatan yang optimal. Kekurangan gizi terutama pada anak-anak akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan sehingga akan berpengaruh terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Secara umum ada dua faktor utama yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Di sini lingkungan merupakan lingkungan bio-fisiko-psiko-sosial yang mempengaruhi individu setiap hari mulai dari konsepsi sampai akhir hayatnya. Gizi anak merupakan faktor biologis dalam faktor lingkungan yang memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan (Tohaga, 2008). Pertumbuhan dan perkembangan adalah proses yang kontinyu sejak dari konsepsi sampai maturitas atau dewasa. Ini berarti bahwa tumbuh kembang sudah terjadi sejak di dalam dan di luar kandungan merupakan masa di mana mulai saat itu pertumbuhan dan perkembangan anak dapat dengan mudah diamati (Seotjiningsih, 2003). Pada balita yang mengalami malnutrisi akan mempengaruhi gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan dan perkembangan otak 80 % terjadi sejak dalam kandungan sampai usia 2 tahun. Oleh karena itu, asupan nutrisi dengan komposisi gizi yang seimbang sangat dibutuhkan balita hingga usia 2 tahun (Nuryati, 2008). Mengingat jumlah balita di Indonesia sangat besar yaitu 10 persen dari seluruh populasi maka sebagai calon generasi penerus bangsa, kualitas pertumbuhan dan perkembangan balita di Indonesia perlu mendapatkan perhatian yang serius yaitu mendapatkan gizi yang baik, stimulasi yang memadai serta terjangkau oleh pelayanan kesehatan berkualitas termasuk deteksi dan intervensi dini penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan. Selain hal-hal tersebut, berbagai faktor lingkungan yang dapat menggangu tumbuh kembang anak juga perlu juga perlu dieliminasi (Depkes RI, 2006). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara pada bulan Desember 2010, jumlah balita adalah 72.828 jiwa dengan jumlah balita yang mempunyai status gizi buruk sebanyak 229 jiwa, gizi kurang sebanyak 3610 jiwa, gizi baik sebanyak 67744 jiwa dan gizi lebih 1245 jiwa. Sedangkan data dari Puskesmas Tahunan Kabupaten Jepara menunjukkan jumlah balita sebanyak 7098 jiwa, dengan jumlah balita yang mempunyai status gizi buruk sebanyak 14 jiwa, gizi kurang sebanyak 528 jiwa, gizi baik sebanyak 6258 jiwa dan gizi lebih 298 jiwa. Studi pendahuluan yang peneliti lakukan pada bulan Maret 2011 diperoleh hasil bahwa dari 10 balita, terdapat 1 balita yang mengalami penyimpangan perkembangan kemungkinan hal tersebut disebabkan oleh gizi yang kurang. Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tentang hubungan status gizi dengan perkembangan balita di Tahunan Kabupaten Jepara.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RT Nursing
    Divisions: Fakultas Kedokteran > D4 - Kebidanan
    Depositing User: Users 865 not found.
    Date Deposited: 25 Jul 2013 18:50
    Last Modified: 25 Jul 2013 18:50
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/9476

    Actions (login required)

    View Item