PEMANFAATAN MUSEUM BLAMBANGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH (Studi Kasus Pada Siswa Kelas X SMA Negeri Kabupaten Banyuwangi)

Mursidi, Agus (2009) PEMANFAATAN MUSEUM BLAMBANGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH (Studi Kasus Pada Siswa Kelas X SMA Negeri Kabupaten Banyuwangi). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1219Kb)

    Abstract

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Jenis koleksi Museum Blambangan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah bagi siswa SMA, (2) Cara memanfaatkan koleksi Museum Blambangan sebagai sumber belajar sejarah bagi siswa SMA, (3) Apresiasi siswa SMA terhadap Museum Blambangan sebagai sumber belajar sejarah siswa SMA dan (4) Kendala-kendala yang dihadapi siswa dan guru dalam memanfaatkan Museum Blambangan sebagai sumber belajar sejarah. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Banyuwangi, fokus pada koleksi museum yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah siswa SMA. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan strategi studi kasus terpancang tunggal. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi pada kegiatan pembelajaran sejarah di kelas dan museum Blambangan, wawancara informan dilakukan dengan guru, siswa dan petugas museum, serta analisis dokumen dengan inventarisasi koleksi museum dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, silabus dan RPP. Sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan time sampling. Untuk mencari validitas data digunakan trianggulasi data dan metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif, yaitu proses analisis yang bergerak di antara tiga komponen yang meliputi reduksi data, penyajian data, verifikasi/penarikan berinteraksi dengan pengumpulan data secara siklus. Simpulan penelitian ini: (1) Jenis koleksi yang dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah SMA adalah keramologika (buli-buli), filologika (pedang), historika (pakaian bupati), etnografika (kapak persegi), arkeologika (naskah lontar), teknologika (gramofon) dan seni rupa (bata berelief dan miniatur seni gandrung), (2) Sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar cara memanfaatkan museum sebagai sumber belajar sejarah adalah melalui metode karya wisata dan pemberian tugas oleh guru kepada siswa, (3) Apresiasi siswa dalam memanfaatkan museum Blambangan sebagai sumber belajar sejarah SMA sangat positif, hal ini ditunjukkan dengan munculnya tulisan artikel atau karya tulis siswa berkaitan dengan koleksi museum Blambangan dan dituangkan di majalah dinding, (4) Kendala-kendala yang dihadapi siswa dan guru dalam memanfaatkan Museum Blambangan sebagai sumber belajar sejarah adalah waktu, dana, perijinan dan SDM museum yang menguasai subtansi koleksi museum Blambangan. Agar pemanfataan Museum Blambangan dapat terlaksana secara optimal diperlukan kerjasama antara pihak sekolah, museum dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga secara sinergis.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Pendidikan Sejarah - S2
    Depositing User: Muhammad Yahya Kipti
    Date Deposited: 25 Jul 2013 18:40
    Last Modified: 25 Jul 2013 18:40
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/9464

    Actions (login required)

    View Item