STRATEGI KREATIF DALAM MEMBUAT IKLAN YANG BAIK DAN EFEKTIF Brandconcept Communications Semarang ( Trijaya Utama Sakti )

F., BAYU TRIA (2011) STRATEGI KREATIF DALAM MEMBUAT IKLAN YANG BAIK DAN EFEKTIF Brandconcept Communications Semarang ( Trijaya Utama Sakti ). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (912Kb)

    Abstract

    Perekonomian global dewasa ini semakin berkembang. Hal yang paling menandai perkembangan tersebut adalah banyaknya kegiatan promosi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan baik skala lokal, nasional, maupun internasional. Belanja iklan yang dilakukan oleh dunia bisnis juga cenderung selalu bertambah dari waktu ke waktu (Widyatama 2005: 5). Masyarakat industri semakin sadar bahwa kegiatan promosi sebagai salah satu bentuk komunikasi pemasaran sangatlah penting dipraktekkan dalam menghadapi situasi persaingaindustri yang semakin ketat akhir-akhir ini. Periklanan berhubungan sangat erat dengan "Promotion Mix". Promotion Mix ifu sendiri merupakan salah satu bagian dafi "Marketing Mix" yang terdiri dari produk, harga, distribusi, dan promosi. Kesuksesan periklanan juga tergantung pada tiga hal lain dari Marketing Mix. Kini periklanan tidak hanya tergantung pada distribusi dan harga, tetapi secara meningkat, periklanan juga selaras dengan promosi dan sarana penjualan lainnya (Russell dan Lane 1999: 25). Salah satu bagian dari promosi, yang juga periklanan menjadi sub- bagiannya, adalah iklan. Iklan adalah suatu proses komunikasi yang mempunyai kekuatan yang sangat penting sebagai alat pemasaran yang membantu menjual barang, memberikan layanan serta gagasan atau ide-ide melalui saluran tertentu dalam bentuk informasi yang persuasif (Wright dalam Liliweri 1992: 20). Iklan biasanya dikampanyekan melalui suatu komunikasi pemasaran dan periklanan yang dijalankan oleh sebuah biro iklan (advertising agency). Sebagai konsumen kita semua adalah sasaran iklan, yang mengisi hampir setiap waktu dari kehidupan kita (Khasali 1992: 4). Sebuah biro iklan harus membina hubungan yang baik dengan klien/pengiklan karena klien adalah pihak yang menggunakan jasa biro iklan yang bersangkutan. Kelangsungan hidup sebuah biro iklan ditentukan oleh klien. Klien merupakan satu bagian yang penting dalarn alur kegiatan periklanan. Bagaikan seorang raja" klien sudah seharusnya dilayani dengan sebaik-baiknya oleh biro iklan yang terikat kontrak kerja dengan klien tersebut. Klien biasanya memilih biro iklan yang akan mengerjakan "proyek'nya dengan sebuah pitching dari sejumlah biro iklan yang telah diberikan client brief. Dalam hal inilah penulis menjadi tertarik untuk mengangkat masalah merancang strategi kreatif iklan daerah. Khususnya di daerah Semarang, yaitu Brandconcept Communications, sebagai tempat Kuliah Kerja Media penulis. Dimana di setiap daerah, cara berkomunikasi antara klien, agency, dan masyarakat memiliki kecenderungan tersendiri. Seperti menciptakan brand awareness product di Solo berbeda dengan menciptakan brand awareness product di Semarang. Dari sisi komunikasi pesan, target audience yang disasar, hingga kontent visual yang diangkat. Brandconcept Communications sendiri mengembangkan bisnis periklanannya meliputi iklan above the line hingga below the line. Above the line diantaranya adalah press, radio, televisi, baliho, spanduk. Below the line diantaranya adalah katalog, selebaran flyer,serta melalui event-event atau yang sering disebut direct marketing. Kesemuanya dilakukan oleh Brandconcept Communications untuk mempromosikan produk dari klien kepada konsumen atau sering disebut Full Service Agency. Proses pemberian brief dari klien kepada agency untuk dieksekusi menjadi sebuah iklan jadi yang siap ditempatkan di media yang tepat bukanlah hal yang mudah. Mengerti satu per satu karakter klien agar memperoleh keseimbangan antara pesan yang ingin disampaikan klien dengan komunikasi yang efektif untuk audience, memberikan suatu tantangan tersendiri bagi creative services unuk memberikan solusi terbaik bagi brief yang telah disampaikan untuk target konsumen tertentu. Dari hal tersebut di atas menjadi latar belakang penulis untuk melaksanakan KKM di Brandconcept Semarang yang merupakan anak cabang dari Jakarta serta membuka cabang lainnya di Surabaya. Serta fenomena komunikasi antara klien dan agency sendiri menjadi pilihan penulis untuk mengangkatnya menjadi judul Tugas Akhir ini

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
    N Fine Arts > NE Print media
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > D3 - Komunikasi Terapan
    Depositing User: Users 865 not found.
    Date Deposited: 25 Jul 2013 18:32
    Last Modified: 25 Jul 2013 18:32
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/9448

    Actions (login required)

    View Item