KIBLAT PAPAT LIMA PANCER SEBAGAI MEDIA REFLEKSI DALAM WUJUD KARYA TEKSTIL

SULISTYATI, APIKA NURANI (2009) KIBLAT PAPAT LIMA PANCER SEBAGAI MEDIA REFLEKSI DALAM WUJUD KARYA TEKSTIL. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1716Kb)

    Abstract

    Kiblat papat lima pancer sebagai falsafah Jawa merupakan salah satu perwujudan konsep mandala. Pandangan ini disebut juga “dunia waktu”, artinya penggolongan empat dimensi ruang yang berpola empat penjuru mata angin dengan satu pusat. Hal ini berkaitan dengan kesadaran manusia akan hubungan yang tidak terpisahkan antara dirinya dengan alam semesta. Konsep ini menyatakan bahwa pada dasarnya manusia terlahir dengan membawa hawa nafsu yang bersumber dari dirinya sendiri. Berdasarkan pandangan kiblat papat lima pancer, nafsu yang menjadi dasar karakter manusia dapat dibagi menjadi empat sesuai dengan arah mata angin, yaitu lauwamah, supiyah, amarah dan mutmainah (Simuh, dalam Sony Kartika, 2007:33). Dari empat wujud hawa nafsu manusia ini hanya satu yang memiliki sifat mulia, yakni mutmainah, sedangkan tiga lainnya merupakan kerakter negatif. Meskipun demikian, manusia tetap dapat mengusahankan keseimbangannya dengan cara-cara tertentu. Keempat elemen tersebut merupakan dasar mikrokosmos yang hanya dapat ditaklukkan oleh kemampuan pribadinya sendiri. Falsafah kiblat papat lima pancer yang berkaitan langsung dengan konsep mikrokosmos akan diangkat sebagai sebuah solusi guna membentengi manusia dari pengaruh negatif jaman dan lingkungan. Melalui konsep kosmologi Jawa inilah diperoleh gambaran mengenai sifat-sifat dasar manusia yang pada hakekatnya menjadi sumber dari segala permasalahan. Hal ini seringkali tidak disadari mengingat manusia belum tentu mengetahui perihal karakter pribadinya yang paling hakiki. Perwujudan visualnya berupa media komunikasi antara penulis dengan orang lain (apresiator). Karya ini mengandung makna tersirat berupa himbauan agar manusia tidak hanya mengutamakan kepentingan lahiriah, tetapi hendaknya terjalin keselarasan dan keseimbangan antara dimensi lahir dan batin. Apabila manusia mampu mengendalikan eksistensi ganda elemen kehidupan maka akan tercapai kesempurnaan lingkaran mandala dalam dirinya.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Depositing User: Miftahful Purnanda Puspasari
    Date Deposited: 25 Jul 2013 18:18
    Last Modified: 25 Jul 2013 18:18
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/9418

    Actions (login required)

    View Item