IMPLEMENTASI IMPROVING LEARNING DENGAN METODE DISKUSI DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MELAKUKAN PROSEDUR ADMINISTASI SISWA KELAS X SMK SUDIRMAN 1 WONOGIRI TAHUN AJARAN 2010/2011 (Penelitian Tindakan Kelas)

KURNIANINGSIH, RETNO (2011) IMPLEMENTASI IMPROVING LEARNING DENGAN METODE DISKUSI DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MELAKUKAN PROSEDUR ADMINISTASI SISWA KELAS X SMK SUDIRMAN 1 WONOGIRI TAHUN AJARAN 2010/2011 (Penelitian Tindakan Kelas). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (7Mb)

    Abstract

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran implementasi improving learning dengan metode diskusi dapat meningkatkan prestasi belajar melakukan prosedur administrasi siswa kelas X AP 2 SMK Sudirman 1 Wonogiri tahun ajaran 2010/2011. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dirancang dalam dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 kali pertemuan dan empat tahap yaitu: (1) tahap perencanaan tindakan, (2) tahap pelaksanaan tindakan, (3) tahap observasi dan interpretasi, (4) tahap analisis dan refleksi. Penelitian tindakan ini dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran implementasi improving learning dengan metode diskusi pada pembelajaran melakukan prosedur administrasi siswa kelas X AP 2 SMK Sudirman 1 Wonogiri Tahun Ajaran 2010/2011. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X AP 2 SMK Sudirman 1 Wonogiri yang berjumlah 38 siswa. Obyek penelitian pada penelitian tindakan ini adalah berbagai kegiatan yang terjadi di dalam kelas selama berlangsungnya proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, tes, dokumentasi dan wawancara. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran implementasi improving learning dengan metode diskusi pada pembelajaran melakukan prosedur administrasi secara optimal dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X AP 2 SMK Sudirman 1 Wonogiri. Hal tersebut terefleksi dari beberapa indikator sebagai berikut: (1) Partisipasi siswa dalam mengajukan pertanyaan/ide dalam diskusi kelas menunjukkan peningkatan, pada siklus I siswa yang sangat aktif sebanyak 10 siswa dengan persentase 26,32%, siswa yang aktif sebanyak 13 siswa dengan persentase 34,21% dan siswa yang tidak aktif sebanyak 15 siswa dengan persentase 39,47%. Pada siklus II meningkat siswa yang sangat aktif sebanyak 15 siswa dengan persentase 39,47%, siswa yang aktif sebanyak 15 siswa dengan persentase 39,47% dan siswa yang tidak aktif sebanyak 8 siswa dengan persentase 2,05%. (2) Partisipasi siswa dalam menjawab pertanyaan dalam diskusi kelas mengalami peningkatan, pada siklus I siswa yang sangat aktif sebanyak 9 siswa dengan persentase 23,68%, siswa yang aktif sebanyak 16 siswa dengan persentase 42,11% dan siswa yang tidak aktif sebanyak 13 siswa dengan persentase 34,21%. Pada siklus II meningkat siswa yang sangat aktif sebanyak 12 siswa dengan persentase 31,58%, siswa yang aktif sebanyak 18 siswa dengan persentase 47,37% dan siswa yang tidak aktif sebanyak 8 siswa dengan persentase 21,05%. (3) Bekerjasama dalam kelompok kooperatif, pada siklus I siswa yang sangat aktif sebanyak 11 siswa dengan persentase 28,95%, siswa yang aktif sebanyak 15 siswa dengan persentase 39,47% dan siswa yang tidak aktif sebanyak 12 siswa dengan persentase 31,58%. Pada siklus II meningkat siswa yang sangat aktif sebanyak 16 siswa dengan persentase 42,11%, siswa yang aktif sebanyak 15 siswa dengan persentase 39,47% dan siswa yang tidak aktif sebanyak 7 siswa dengan persentase 18,42%. (4) Adanya peningkatan pencapaian hasil belajar siswa sebanyak 71,05% atau 27 siswa pada siklus I menjadi 94,73% atau 36 siswa pada siklus II. Peningkatan tersebut terjadi setelah guru melakukan beberapa upaya, antara lain : (1) Penerapan model pembelajaran implementasi improving learning dengan metode diskusi, (2) Guru membuat rencana pembelajaran terlebih dahulu sebelum mengajar sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung terarah dan terprogram, (3) Guru melakukan evaluasi setelah pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan prestasi berikutnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran implementasi improving learning dengan metode diskusi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa baik dari sisi partisipasi siswa dalam mengajukan pertanyaan/ide dalam diskusi kelas, partisipasi siswa dalam menjawab pertanyaan dalam diskusi kelas, bekerjasama dalam kelompok diskusi maupun hasil belajar.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Ekonomi
    Depositing User: Dyah Pratiwi
    Date Deposited: 25 Jul 2013 17:41
    Last Modified: 25 Jul 2013 17:41
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/9311

    Actions (login required)

    View Item