PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM TRADISI BERSIH DESA (STUDI KASUS DI KAMPUNG BIBIS KULON, KELURAHAN GILINGAN, KECAMATAN BANJARSARI, SURAKARTA)

ADHITIA , RESTY (2009) PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM TRADISI BERSIH DESA (STUDI KASUS DI KAMPUNG BIBIS KULON, KELURAHAN GILINGAN, KECAMATAN BANJARSARI, SURAKARTA). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF
Download (630Kb)

    Abstract

    Resty Adhitia, K8405030. PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM TRADISI BERSIH DESA (Studi Kasus di Kampung Bibis Kulon, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta). Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2009. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui alasan warga masyarakat Kampung Bibis Kulon mempertahankan tradisi bersih desa (2) Untuk mengetahui wujud partisipasi masyarakat Kampung Bibis Kulon, Kelurahan Gilingan, Surakarta dalam tradisi bersih desa (3) Untuk mengetahui dampak tradisi bersih desa bagi kehidupan masyarakat di Kampung Bibis Kulon, Kelurahan Gilingan, Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan studi kasus tunggal terpancang. Sumber data dari informan, tempat dan peristiwa, serta dokumen dan arsip. Teknik cuplikan menggunakan purposive sampling dengan snowball sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi langsung dan dokumen. Untuk mencari validitas data menggunakan trianggulasi data dan trianggulasi metode. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan (1) Alasan masyarakat tetap melestarikan tradisi bersih desa adalah karena Pertama tradisi bersih desa merupakan warisan dari nenek-moyang sehingga wajib dilestarikan, yang dikenal dengan istilah nguri-uri budaya Jawi. Kedua yaitu, sebagai media antara manusia dan Tuhan dalam rangka mengucapkan terimakasih atas berkah yang diberikan selama satu tahun, berupa kesehatan, keselamatan, dan rezeki. Ketiga adalah mengambarkan suatu pengharapan, agar kehidupan jauh lebih baik dengan berkah yang diterima, yang dikenal dengan istilah ngalap berkah, sehingga tidak mendapatkan bala’ (2) Bentuk partisipasi masyarakat dalam menyelenggarakan tradisi bersih desa ada tiga macam. Pertama adalah berbentuk materi, berupa uang dan berupa barang. Kedua adalah berupa fisik atau tenaga. Bentuk partisipasi yang Ketiga adalah keterlibatan secara mental dan emosional, (3) Dampak tradisi bersih desa bagi masyarakat ada dua, yaitu Pertama bersifat positif di mana masyarakat hidup saling tolong-menolong, dan menerapkan prinsip kekeluargaan dengan cara musyawarah. Kedua bersifat negatif dari tradisi bersih desa ada dua yaitu kepercayaan, di mana masyarakat Kampung Bibis Kulon, mempercayai suatu kekuatan yang melebihi kekuatan manusia, selain Tuhan Yang Maha Esa, yaitu dhanyang yang dipercayai sebagai roh nenek- moyang yang diposisikan sebagai roh pelindung. Selain itu dampak negatifnya adalah terjadi pemborosan, mengingat biaya yang dikeluarkan setiap tahun tidaklah sedikit.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sosiologi Antropologi
    Depositing User: Afif Wandala
    Date Deposited: 25 Jul 2013 17:37
    Last Modified: 25 Jul 2013 17:37
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/9309

    Actions (login required)

    View Item