HUBUNGAN ANTARA COPING STRESS DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN MOTIVASI BELAJAR REMAJA YANG ORANGTUANYA BERCERAI

Prayascitta, Putri (2010) HUBUNGAN ANTARA COPING STRESS DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN MOTIVASI BELAJAR REMAJA YANG ORANGTUANYA BERCERAI. Other thesis, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

[img] PDF - Published Version
Download (482Kb)

    Abstract

    Perceraian adalah putusnya tali perkawinan karena adanya upaya pendamaian yang gagal, sehingga ikatan perkawinan tidak dapat dipertahankan lagi. Dampak dari perkawinan tidak hanya dirasakan oleh pasangan suami istri saja namun juga terhadap anak-anak mereka. Remaja merupakan masa dimana mereka belum dapat dikatakan dewasa namun sudah bukan lagi anak-anak. Saat orangtua bercerai mereka mengalami stress yang menganggu motivasi belajar mereka di sekolah. Mereka kehilangan minat, konsentrasi dan cenderung menjadi lebih pendiam. Mereka mengatasi stress yang terjadi dengan melakukan coping stress, sedangkan coping stress sendiri terbagi menjadi dua yaitu Emotion Focus Coping dan Problem Focus Coping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara coping stress dan dukungan sosial dengan motivasi belajar remaja yang orangtuanya bercerai. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri se-Surakarta. Teknik pengambilan sampel dengan purposive non-random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala coping stress, skala dukungan sosial dan skala motivasi belajar. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda variabel dummy. Hasil perhitungan menggunakan teknik analisis regresi berganda variabel dummy, diperoleh p-value 0,001 < 0,05 dan F hitung = 8,979 > dari F tabel = 3,251924 serta R sebesar 0,572. Hal ini berarti coping stres dan dukungan sosial dapat digunakan sebagai prediktor untuk memprediksi motivasi belajar remaja yang orangtuanya bercerai. Tingkat signifikansi p-value 0,001 (p<0,005) menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara coping stress dan dukungan sosial dengan motivasi belajar remaja yang orangtuanya bercerai. Analisis data menunjukkan nilai R Square sebesar 0,327. Angka tersebut mengandung pengertian bahwa dalam penelitian ini, coping stres dan dukungan sosial memberikan sumbangan efektif sebesar 32,7% terhadap motivasi belajar pada remaja yang orangtuanya bercerai. Hal ini berarti masih terdapat 67,3% faktor lain yang mempengaruhi motivasi belajar pada remaja.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Psikologi
    Depositing User: rangga darmajati
    Date Deposited: 25 Jul 2013 08:12
    Last Modified: 25 Jul 2013 08:12
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/9095

    Actions (login required)

    View Item