PENGARUH KONSELING TERHADAP KECEMASAN DAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS DI KECAMATAN KEBAKKRAMAT

Purwadi Rahmat, Wahyu (2010) PENGARUH KONSELING TERHADAP KECEMASAN DAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS DI KECAMATAN KEBAKKRAMAT. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

[img] PDF - Published Version
Download (639Kb)

    Abstract

    Latar Belakang : Pasien Diabetes Mellitus cenderung meningkat jumlahnya, dengan sifat kronik dan menyebabkan banyak komplikasi akan menimbulkan kecemasan dan menurunkan kualitas hidup penderitanya. Penanganan pasien harus dilakukan secara komprehensif yang melibatkan pendekatan fisik, psikis, dan sosio-ekonomi. Saat ini penanganan cenderung pada aspek fisik saja, belum melibatkan aspek psikis, utamanya kecemasan. Idealnya penanganan kecemasan dilakukan psikoterapi. Salah satu pendekatan psikoterapi yang dilakukan dapat dilakukan dengan konseling. Konseling akan menurunkan kecemasan dan meningkatkan kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh konseling terhadap penurunan kecemasan dan peningkatan kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus. Metode: Penelitian Eksperimental dengan rancangan Randomized Control Trial, Cross Over Design. Subjek penelitian yaitu pasien Diabetes Mellitus yang berobat di Puskesmas Kebakkramat I. Kecemasan pasien diukur dengan menggunakan T-MAS, dan kualitas hidup dengan WHOQOL-BREF. Intervensi berupa konseling yang dilakukan selama 1 bulan, dibagi menjadi 4-5 sesi pertemuan. Kecemasan dan kualitas hidup diukur sebelum dan sesudah konseling. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis dengan uji t tidak berpasangan, menggunakan SPSS-15. Hasil: Pada kelompok yang mendapat konseling terdapat penurunan tingkat kecemasan yang bermakna (t = -7.569, p < 0.05 ), dan peningkatan kualitas hidup yang bermakna (t = 4.806, p < 0.05). Setelah dilakukan cross over design pada kelompok yang mendapatkan konseling terdapat penurunan kecemasan yang bermakna (t = 7.045, p < 0.05), dan terdapat peningkatan kualitas hidup yang bermakna (t = -7.629, p < 0.05). Setelah satu bulan konseling dihentikan tidak ada perbedaan kecemasan yang bermakna (t =0.047, p = 0.05), dan kualitas hidup tidak ada perbedaan yang bermakna (t = 0.047, p > 0.05) . Kesimpulan: Konseling menurunkan kecemasan dan meningkatkan kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus. Kecemasan dan kualitas hidup pasien tidak berubah setelah konseling dihentikan.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Magister Kedokteran Keluarga
    Depositing User: rangga darmajati
    Date Deposited: 25 Jul 2013 08:09
    Last Modified: 25 Jul 2013 08:09
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/9094

    Actions (login required)

    View Item