HUBUNGAN KEMAMPUAN METAKOGNITIF DAN LINGKUNGAN BELAJAR RUMAH SAKIT DENGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH ASUHAN KEPERAWATAN PADA MAHASISWA (AKADEMI KEPERAWATAN LUMAJANG

Abdillah, Achlish (2011) HUBUNGAN KEMAMPUAN METAKOGNITIF DAN LINGKUNGAN BELAJAR RUMAH SAKIT DENGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH ASUHAN KEPERAWATAN PADA MAHASISWA (AKADEMI KEPERAWATAN LUMAJANG. Other thesis, Universitas Negeri Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (372Kb)

    Abstract

    ACHLISH ABDILLAH, NIM: S-540809201. JUDUL: HUBUNGAN KEMAMPUAN METAKOGNITIF DAN LINGKUNGAN BELAJAR RUMAH SAKIT DENGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH ASUHAN KEPERAWATAN PADA MAHASISWA (Akademi Keperawatan Lumajang) Tesis: Program Studi Magister Kedokteran Keluarga, Program Pasca Sarjana. Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2011. Metakognisi adalah pengetahuan seseorang terhadap proses berfikirnya sendiri, kemampuan metakognisi peserta didik berpusat perencanaan, pemecahan masalah dan evaluasi. Lingkungan belajar rumah sakit adalah lingkungan belajar tempat praktik bagi mahasiswa keperawatan pada situasi nyata untuk menumbuhkan ketrampilan intelektual, teknik, dan interpersonal. Tujuan dari tesis ini adalah mempelajari hubungan kemampuan metakognisi dan lingkungan belajar di Rumah Sakit dengan kemampuan pemecahan masalah asuhan keperawatan pada mahasiswa Akademi Keperawatan Lumajang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel berjumlah 45 mahasiswa keperawatan, yang diambil dengan teknik randomisasi sampel. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner Metacognitive Awereness Of Reading Strategies Inventory (MARSI) dan kuesioner lingkungan belajar menurut Dundee (DREEM) masing-masing telah diuji validitas dan realibilitas (konsistensi internal) dengan: item total corelation dan alpha Cronbach serta kemampuan pemecahan masalah diukur dari nilai ASKEP dengan skala kontinum. Kemudian data penelitian dianalisis dengan model regresi linier ganda. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan positif statistik yang signifikan antara kemampuan metakognitif dan pemecahan masalah asuhan keperawatan (b = 0.3; CI 95% 0.2 hingga 0.4). Demikian pula ada hubungan positif yang signifikan antara lingkungan belajar rumah sakit dan kemampuan pemecahan masalah asuhan keperawatan (b = 0.4; CI 95% 0.2 hingga 0.7) Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan positif kemampuan metakognitif dan lingkungan belajar dengan kemampuan pemecahan masalah. Rekomendasi penelitian ini metakognitif dan lingkungan belajar sangat tepat diterapkan dalam pembelajaran pemecahan masalah di lingkungan pembelajaran klinik. Kata kunci: metakognitif, lingkungan belajar rumah sakit dan pemecahan masalah

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Magister Kedokteran Keluarga
    Depositing User: Chrisstar Dini S
    Date Deposited: 25 Jul 2013 02:27
    Last Modified: 25 Jul 2013 02:27
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/9010

    Actions (login required)

    View Item