GUGON TUHON DALAM MASYARAKAT JAWA PADA WANITA HAMIL DAN IBU BALITA DI KECAMATAN TINGKIR KOTA SALATIGA (Suatu Tinjauan Etnolinguistik)

ARIFAH, KHAIRUNNISA NOOR (2011) GUGON TUHON DALAM MASYARAKAT JAWA PADA WANITA HAMIL DAN IBU BALITA DI KECAMATAN TINGKIR KOTA SALATIGA (Suatu Tinjauan Etnolinguistik). Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img] PDF - Published Version
Download (1375Kb)

    Abstract

    Judul penelitian ini adalah Gugon Tuhon dalam Masyarakat Jawa pada Wanita Hamil dan Ibu Balita di Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Objek yang dikaji dalam penelitian ini adalah gugon tuhon tentang wanita hamil dan ibu balita yang berkembang di masyarakat Kecamatan Tingkir Kotamadya Salatiga. Data yang dikumpulkan berupa data lisan yang dikumpulkan dari para nara sumber. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah bentuk GTBJ? (2) Bagaimanakah fungsi GTBJ? (3) Makna gramatikal dan kultural GTBJ. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi dan makna gramatikal serta kultural Gugon Tuhon Jawa. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dan dianalisis untuk kemudian dideskripsikan. Data dikumpulkan berdasarkan interview dengan nara sumber, yaitu para warga kecamatan Tingkir yang telah melalui kriteria yang ditetapkan. Dari data-data yang didapat tersebut kemudian dikelompokkan, untuk kemudian dianalisis bentuk, fungsi, dan maknanya. Metode analisis data yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode distribusional dan metode padan. Teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik ganti dan teknik lesap. Data dibagi dalam unsur-unsur untuk kemudian suatu unsur tertentu diganti atau dilesapkan untuk mengetahui kadar keintian unsur tersebut. Simpulan dari penelitian ini adalah: 1) kalimat dengan pewatas aja ‘jangan’ saja tidak dapat dipermutasi letaknya, sedangkan kalimat dengan pewatas aja ‘jangan’ dan frasa ora ilok ‘tidak pantas’ dalam satu kalimat dapat dipermutasi letaknya. Begitu pula kata nek ‘kalau’, yen ‘kalau’, dan mundhak ‘nanti’ tidak dapat dipermutasi karena akan menghilangkan bentuk dan makna GTBJ, 2) Fungsi GTBJ mencakup kepercayaan, etika/moral, dan kesehatan, 3) Makna GTBJ dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: (1) makna gramatikal, dan (2) makna kultural. Makna gramatikal didapat dari korelasi struktur sedangkan makna kultural diperoleh dari hasil wawancara dengan informan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Sastra Daerah
    Depositing User: Users 854 not found.
    Date Deposited: 24 Jul 2013 19:22
    Last Modified: 24 Jul 2013 19:22
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/8905

    Actions (login required)

    View Item