PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KEONG MAS (Pomacea canaliculata Lamarck) DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS TELUR ITIK

PURNAMANINGSIH, ATIK (2010) PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KEONG MAS (Pomacea canaliculata Lamarck) DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS TELUR ITIK. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (395Kb)

    Abstract

    Itik (Anas plathyrynchos) adalah salah satu jenis unggas yang potensial sebagai penghasil telur. Usaha untuk meningkatkan produktivitas dapat dilakukan melalui pemilihan bibit ternak yang baik, penyediaan pakan yang cukup dalam kuantitas dan kualitas serta pemberian pakan tambahan (feed additive). Untuk memenuhi kebutuhan pokok hidup dan produksi telur diperlukan bahan pakan yang mengandung protein tinggi. Oleh karena harga bahan pakan sumber protein cukup mahal, maka perlu dicari bahan pakan alternatif seperti keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung keong mas dalam ransum terhadap kualitas telur itik. Penelitian dilaksanakan di Kandang Percobaan Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta berlokasi di Desa Jatikuwung, selama 84 hari mulai 7 Oktober – 30 Desember 2009. Materi penelitian meliputi 80 ekor itik lokal yang berumur 24 minggu dengan bobot badan rata-rata 1490,61 ± 107,47 g. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dengan empat perlakuan yang terdiri dari empat ulangan, setiap ulangan terdiri dari lima ekor itik lokal. Ransum terdiri dari jagung kuning, bekatul, tepung ikan, bungkil kedelai, premix, grit, minyak nabati dan tepung keong mas. Perlakuan yang diberikan meliputi P 0 (ransum basal + tepung keong mas 0 % sebagai kontrol), P 1 (ransum basal + tepung keong mas 3%), P 2 (ransum basal + tepung keong mas 6 %) dan P 3 (ransum basal + tepung keong mas 9 %). Peubah yang diamati selama penelitian meliputi berat telur, indeks putih telur, indeks kuning telur, berat kuning telur, warna kuning telur, nilai Haugh Unit (HU), berat kerabang telur dan tebal kerabang telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat telur berkisar antara 59,08 - 63,34 g/butir, indeks putih telur 0,13 – 0,15, indeks kuning telur 0,42 - 0,46, berat kuning telur 22,32 – 23,48 g atau (37,58 – 37,77 %), warna kuning telur 8,23 -8,71, nilai HU 84,26 - 87,07, berat kerabang telur 5,60 - 5,98 g atau (9,44 – 9,47 %) dan tebal kerabang telur 0,35 - 0,36 mm. Hasil analisis variansi menunjukkan hasil berbeda tidak nyata terhadap semua peubah yang diamati. Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah penambahan tepung keong mas dalam ransum sampai taraf 9 % tidak berpengaruh terhadap kualitas telur itik yang meliputi berat telur, indeks putih telur, indeks kuning telur, berat kuning telur, warna kuning telur, nilai HU, berat kerabang telur dan tebal kerabang telur.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Fakultas Pertanian > Peternakan
    Depositing User: Faisal Adhinata
    Date Deposited: 24 Jul 2013 02:07
    Last Modified: 24 Jul 2013 02:07
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/8732

    Actions (login required)

    View Item