PEMANFAATAN INSTRUMEN PENDAFTARAN HAK CIPTA MOTIF BATIK OLEH PENGRAJIN BATIK DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA DI SENTRA INDUSTRI BATIK LAWEYAN SOLO

SARI, PUTRI KARTIKA (2010) PEMANFAATAN INSTRUMEN PENDAFTARAN HAK CIPTA MOTIF BATIK OLEH PENGRAJIN BATIK DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA DI SENTRA INDUSTRI BATIK LAWEYAN SOLO. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (535Kb)

    Abstract

    PUTRI KARTIKA SARI, S320908013, 2010, PEMANFAATAN INSTRUMEN PENDAFTARAN HAK CIPTA MOTIF BATIK OLEH PENGRAJIN BATIK DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTADI SENTRA INDUSTRI BATIK LAWEYAN SOLO. Tesis : Pascasarjana Program Studi Ilmu Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui alasan pengrajin batik Solo tidak memanfaatkan instrumen pendaftaran hak cipta.. Selain itu bertujuan untuk mengkaji kendala yang dihadapi dalam upaya pendaftaran terhadap karya cipta batik Solo dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris atau non doktrinal menggunakan data primer dan data sekunder sebagai data pendukungnya. Bentuk penelitian yang dilakukan adalah penelitian yang bersifat diagnostik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan kualitatif, menggunakan logika berpikir secara induktif, yaitu menarik kesimpulan dari premis yang bersifat khusus menjadi premis yang bersifat umum dan theoritical interpretation, yaitu data yang ada ditafsirkan berdasarkan teori dengan peraturan yang berlaku kemudian disimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan pengrajin batik Solo tidak memanfaatkan instrumen pendaftaran Hak Cipta Motif Batik Solo. Hal ini dikarenakan adanya tingkat kesadaran hukum masyarakat terhadap Undang-Undang Hak Cipta yang rendah, tidak menganggap penting perlindungan hukum terhadap pendaftaran hak cipta motif batik, biaya pendaftaran hak cipta yang mahal, dan prosedur pendaftaran hak cipta yang berbelit-belit. Sedangkan kendala yang dihadapi dalam upaya pendaftaran hak cipta motif batik dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta, yaitu Substansi; masih banyak pencipta seni batik yang tidak mengetahui adanya Undang-Undang Hak Cipta, khususnya para pengusaha batik di tingkat menegah ke bawah. Sehingga perlindungan hukum terhadap pengrajin batik belum dapat dilaksanakan secara maksimal. Struktur; pelayanan dari petugas Direktorat jendrak Hak atas Kekayaan Intelektual belum bekerja dengan baik sehingga mengakibatkan prosedur yang berbelit-belit dan biaya pendaftaran yang mahal. Budaya; budaya para pengrajin batik bahwa suatu penjiplakan atau peniruan motif batik merupakan suatu hal yang sudah biasa karena mereka beranggapan bahwa para pengusaha kecil merasa bahagia dan bangga kalau hasil karya cipta motif batik mereka bisa dinikmati oleh pihak lain sehingga mudah tersebar luas di masyarakat, secara tidak langsung dapat mengangkat produksinya.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Ilmu Hukum - S2
    Depositing User: Users 844 not found.
    Date Deposited: 24 Jul 2013 01:52
    Last Modified: 24 Jul 2013 01:52
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/8728

    Actions (login required)

    View Item