PROSEDUR PENERBITAN SKA FORM IJEPA PADA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA SURAKARTA

Alim, Yan Kristian (2009) PROSEDUR PENERBITAN SKA FORM IJEPA PADA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA SURAKARTA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

[img] PDF - Published Version
Download (290Kb)

    Abstract

    Di era globalisasi, arus perdagangan internasional semakin meningkat dan tdak dapat dibatasi lagi akan terjadinya transaksi yang melibatkan lintas batas Negara. Hakekat globalisasi sendiri yaitu kecenderungan dalam transportasi, distribusi, komunikasi, media massa, hiburan, ilmu pengetahuan, barang dan jasa, bisnis dan perdagangan. Globalisasi juga merupakan transformasi sosial budaya dalam lingkup global yang mengimbas pada lembaga pranata dan nilai social budaya. Dengan demikian globalisasi dapat mengubah perilaku, gaya hidup dan struktur masyarakat menuju kearah kesamaan global yang menembus batas-batas etnis, agama, daerah, dan wilayah batas Negara dan dapat mempersempit dunia khususnya dibidang perdagangan luar negeri atau ekspor-impor (Basu Swastha,1984). Dalam dunia bisnis biasanya mempelajari pengetahuan tentang prosedur ekspor-impor dan hal-hal yang terkait denganya seperti pajak dan biaya ekspor- impor. Kegiatan ekspor-impor merupakan kegiatan bisnis yang tidak mudah, dikarenakan kegiatan ini melibatkan banyak pihak seperti eksportir, importer, bank devisa baik yang bersetatus swasta maupun yang bersetatus BUMN yang berfungsi memberikan jasa perbankan sebagai media perantara antara pembeli dan penjual yang berada dalam dua wilayah hukum yang berbeda yang belum saling mengenal atau mempercayai satu sama lain dengan menerbitkan Letter of Credit (L/C), Maskapai perusahaan pelayaran barang baik darat, laut, maupun udara yang sudah tentu 2 memainkan peranan yang sangat penting dalam melaksanakan transaksi ekspor dengan menerbitkan Bill of Lading (B/L) atau Airway Bill, perusahaan asuransi dalam kaitanya dengan pengamanan transaksi ekspor (PPEI, BPEN & DEPPERINDAG, 2004), Begitu pula peranan Derektorat Jendral Bea dan Cukai juga berwenang yaitu mengadakan Fiat Muat atau pengesahan pemuatan barang ke dalam kapal dengan menerbitkan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB). Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga memiliki peran yang tidak kecil mulai dari penerbitan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) sampai penerbitan Surat Keterangan Asal Barang (Certificate of Origin) yang diperlukan dalam rangka keringanan bea masuk pada saat barang tiba di Negara tujuan, Surveyor sering dipergunakan jasanya dalam rangka pembelian bea masuk atas bahan baku yang diproses untuk tujuan ekspor, dan lain-lain. Dengan banyaknya pihak yang terlibat maka peraturan dan prosedur yang harus dilaksanakan oleh eksportir dan importer juga banyak, belum lagi perbedaan interpretasi bisnis dengan pihak-pihak luar negeri. Hal ini membuat kegiatan ekspor- impor menjadi lebih rumit (PPEI, BPEN & DEPPERINDAG, 2004). Dalam rangka mengantisipasi dan memanfaatkan peluang dan tantangan globalisasi perdagangan internasional di atas, maka hal utama dalam pembangunan perdagangan luar negeri adalah meningkatkan daya saing komoditas ekspor, meningkatkan struktur informasi usaha, mengembangkan sarana dan prasarana perdagangan, meningkatkan fasilitas perkreditan ekspor, meningkatkan kerjasama perdagangan internasional, meningkatkan kemampuan dan peranan pengusaha perdagangan menengah dan kecil, serta pengendali impor (Yuanita,2004:5)

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
    Divisions: Fakultas Ekonomi > D3 - Manajemen Perdagangan
    Depositing User: Ahmad Santoso
    Date Deposited: 23 Jul 2013 22:33
    Last Modified: 23 Jul 2013 22:33
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/8668

    Actions (login required)

    View Item