POLA KONSUMSI PRODUK FASHION DI KALANGAN PELAJAR PUTRI ( Studi Deskriptif Kualitatif Di SMA NEGERI 7 Surakarta )

PURBANINGRUM, TIYAS (2008) POLA KONSUMSI PRODUK FASHION DI KALANGAN PELAJAR PUTRI ( Studi Deskriptif Kualitatif Di SMA NEGERI 7 Surakarta ). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

[img] PDF - Published Version
Download (657Kb)

    Abstract

    Tiyas Purbaningrum, D.0304075, 2008, “Pola Konsumsi Produk Fashion Di Kalangan Pelajar Putri” (Studi Deskriptif Kualitatif Di SMA NEGERI 7 Surakarta), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Pola konsumsi pelajar, khususnya konsumsi produk fashion akhir-akhir ini diperkirakan mengalami peningkatan. Pelajar tertarik mengkonsumsi produk fashion karena untuk mengikuti trend anak muda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola konsumsi produk fashion dan faktor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi produk fashion di kalangan pelajar putri SMA Negeri 7 Surakarta. Teori yang digunakan dalam penelitian in adalah teori behavioral sociology yang memusatkan perhatian pada hubungan antara akibat tingkah laku yang terjadi di dalam lingkungan aktor dengan tingkah laku aktor dan teori postmodern Jean Baudrillard. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode ini digunakan untuk mempelajari, dan menggambarkan pola konsumsi produk fashion di kalangan pelajar putri. Pengambilan sampel penelitian ini adalah non probabilitas purposive sampling. Data primer diperoleh dari observasi dan wawancara mendalam. Data sekunder diperoleh dari data tertulis seperti buku, dokumen dan kepustakaan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Dalam menganalisis data terdapat tiga komponen yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan simpulan serta verifikasinya. Untuk menguji validias data digunakan trianggulasi sumber dan trianggulasi metode. Trianggulasi data yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data dengan memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu. Sumber lain yang digunakan dalam penelitian ini adalah orang tua, guru dan teman sepermainan. Trianggulasi mencerminkan suatu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai fenomena yang sedang diteliti. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa pola konsumsi pelajar putri cenderung tinggi. Hal tersebut dapat dilihat dari persepsi mereka tentang fashion, intensitas membeli produk fashion, dan frekuensi pergi ke mal. Pelajar putri yang menganggap fashion penting dalam hidupnya cenderung lebih konsumtif karena mereka akan berusaha untuk mengikuti perkembangan fashion. Mereka membeli produk fashion agar tidak dikatakan ketinggalan jaman. Mal menjadi tempat mereka untuk berbelanja produk fashion. Semakin sering pergi ke mal maka pola konsumsinya semakin tinggi. Pola konsumsi pada pelajar putri dipengaruhi oleh faktor lingkungan, faktor psikologis, kondisi ekonomi, media informasi. Faktor lingkungan terdiri dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan sepermainan. Faktor psikologis lebih dikarenakan kondisi jiwa pelajar yang masih labil sehingga mudah terpengaruh oleh lingkungannya. Kondisi ekonomi terkait dengan kondisi ekonomi keluarga, semakin besar pendapatan orang tua maka uang saku yang diberikan semakin besar dan pola konsumsinya semakin tinggi. Media informasi mengarah pada iklan. Iklan mendorong pelajar untuk bersikap agresif dalam mengkonsumsi produk fashion.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    L Education > LB Theory and practice of education
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
    Depositing User: Users 866 not found.
    Date Deposited: 23 Jul 2013 22:22
    Last Modified: 23 Jul 2013 22:22
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/8661

    Actions (login required)

    View Item