RANCANG BANGUN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOGAS

Purnomo, Joko (2009) RANCANG BANGUN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOGAS. Other thesis, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

[img] PDF - Published Version
Download (822Kb)

    Abstract

    Berkurangnya cadangan sumber energi dan kelangkaan bahan bakar minyak yang terjadi di Indonesia dewasa ini membutuhkan solusi yang tepat, terbukti dengan dikeluarkannya kebijakan pemerintah dalam konversi minyak tanah ke gas. Namun pemanfaatan energi fosil seperti gas bumi (LPG dan LNG) sebagai sumber energi pengganti minyak tanah perlu untuk dikaji kembali. Hal ini penting karena sumber energi tersebut memiliki jumlah cadangan yang terbatas dan bersifat tidak dapat diperbaharui lagi (non renewable) sehingga konversi minyak tanah ke gas hanya berlangsung sementara. Dengan ketersediaan cadangan energi fosil yang terbatas diiringi peningkatan konsumsi energi, memaksa banyak peneliti untuk mencari sumber energi alternatif baru yang mudah, murah, dan ramah lingkungan. Salah satu sumber energi alternatif yang saat ini cukup potensial untuk diterapkan di Indonesia adalah biogas. Biogas sangat potensial sebagai sumber energi terbarukan karena kandungan methane (CH ) yang tinggi dan nilai kalornya yang cukup tinggi yaitu berkisar antara 4.800 – 6.700 kkal/m 4 1 3 (Harahap, 1980). Methane (CH ) yang hanya memiliki satu karbon dalam setiap rantainya, dapat membuat pembakarannya lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar berantai karbon panjang. Hal ini disebabkan karena jumlah CO yang dihasilkan selama pembakaran bahan bakar berantai karbon pendek adalah lebih sedikit. Berikut adalah gambaran komposisi biogas: 2 4 Tabel 1.1. Komposisi biogas (Horikawa, 2001) Gas Digester Sludge Sistem Anaerob (% volume) CH 81,1 % CO 4 14,0 % H 2 2 S 2,2 % NO 2,7 % 2 + O 2 Kandungan methane yang cukup tinggi dalam biogas dapat menggantikan peran LPG dan petrol (bensin). Tapi ada kandungan lain lagi selain methane dalam biogas yang perlu adanya proses pemurnian. Gas tersebut adalah gas H S yang dianggap sebagai pengotor dan bila ikut terbakar dan terbebas dengan udara dapat teroksidasi menjadi SO 2 2 2 dan SO yang bersifat korosif dan bila teroksidasi lebih lanjut oleh H O dapat memicu hujan asam. Selain H 2 S terdapat juga uap air dan CO 2 2 yang tidak bermanfaat pada saat pembakaran. Biogas yang mengandung sejumlah H O dapat berkurang nilai kalornya. Gas H 2 O sebagaimana gas H 2 2 S juga perlu dibersihkan dari biogas.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TP Chemical technology
    Divisions: Fakultas Teknik > D3 - Teknik Mesin
    Depositing User: Ahmad Santoso
    Date Deposited: 23 Jul 2013 21:57
    Last Modified: 23 Jul 2013 21:57
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/8650

    Actions (login required)

    View Item