MARKETING PUBLIC RELATIONS DALAM PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS)

Negara, Diana Puspa (2008) MARKETING PUBLIC RELATIONS DALAM PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS). Other thesis, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

[img] PDF - Published Version
Download (486Kb)

    Abstract

    Di negara kita Indonesia, pada awal pelaksanaan pemilu tepatnya jatuh pada tahun 1955 menerapkan sistim multi partai, walaupun demikian gejala partai tunggal dan dwi partai tidak asing dalam sejarah. Kemudian sistem yang berlaku adalah berdasarkan sistem tiga orsospol, yaitu dengan menyederhanakan partai melalui UU No.3 Tahun 1975. Kedua partai tersebut diantaranya PPP (Partai Persatuan Pembangunan), PDI (Partai Demokrasi Indonesia) dan satu Golongan Karya (Golkar). Setelah Presiden Soeharto tumbang yaitu pada era Reformasi Indonesia kembali pada sistem multi partai yang direalisasikan pada pemilu 1999 diikuti 48 partai. Ada 7 partai besar yang dihasilkan pemilu 1999 diantaranya; PDIP, Golkar, PPP, PKB, PAN, PBB dan PK. Pada era reformasi tepatnya tahun 2004 lalu, merupakan tahun yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Karena pada tahun itu, era reformasi memberikan dampak perubahan pada pelaksanaan pemilu yang berbeda dari tahun sebelumnya. Selain kembalinya sistem multi partai, perubahan yang kedua adalah pemilu diadakan dua kali, yakni : pemilu pertama dilakukan untuk memilih wakil-wakil rakyat dan yang kedua 2 untuk memilih presiden secara langsung. Sedangkan perubahan yang ketiga adalah dikeluarkannya PP No. 6 tahun 2005. 1 Pada pemilihan umum 2004 tersebut, untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia diadakan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden secara langsung, dimana sebelumnya Presiden dan Wakil Presiden dipilih melalui Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Sistem pelaksanaan pemilu tersebut dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahapan pemilu legislatif, (5 April 2004) dan tahapan pemilu Presiden (5 Juli 2004) Dengan terbentuknya suasana politik tersebut, masyarakat dituntut untuk memiliki kedewasaan dalam berpolitik, yang harapannya kelak masyarakat dapat memilih secara cerdas dan secara rasional siapa calon legislatif yang kapabel untuk menjadi wakil mereka di parlemen. Sementara itu untuk memenangkan suara dan membuat rakyat jatuh cinta, maka sudah semestinya partai politik memiliki platform yang merakyat dan visi dan misi yang jelas dan riil, tanpa terkecuali. Termasuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS) jika ingin memenangkan pemilu.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HJ Public Finance
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
    Depositing User: Ahmad Santoso
    Date Deposited: 23 Jul 2013 21:43
    Last Modified: 23 Jul 2013 21:43
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/8644

    Actions (login required)

    View Item