Pembelajaran sejarah model jigsaw (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Ngrambe Kabupaten Ngawi)

Setyanto, Budi (2009) Pembelajaran sejarah model jigsaw (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Ngrambe Kabupaten Ngawi). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (3288Kb)

    Abstract

    Sebagai suatu sistem yang dinamis pendidikan nasional terus menerus disoroti oleh masyarakat, oleh pemerintah dan pengguna jasa pendidikan. Silang pendapat mengenai pendidikan nasional merupakan hal yang biasa karena proses pendidikan itu akan terus menerus mengalami tantangan yang disebabkan perubahan yang terjadi di sekitarnya, maupun perubahan-perubahan konsep pendidikan karena peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi (Tilaar, 1998: 13). Perkembangan ilmu dan kemajuan teknologi memerlukan sumber daya manusia yang berkualitas agar mampu bersaing dengan bangsa lain. Peningkatan mutu pendidikan menjadi salah satu faktor yang sangat penting kaitanya dengan upaya meningkatkan sumber daya manusia. Jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas merupakan salah satu lembaga untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang handal karena kaitanya masih merupakan pendidikan yang melanjutkan dasar-dasar keilmuan dari Sekolah Menengah Pertama. Salah satu indikator keberhasilan pendidikan dan pembelajaran di suatu sekolah dapat dilihat melalui prestasi belajar yang telah dicapai oleh siswa. Prestasi belajar yang telah diraih tersebut merupakan gambaran seberapa mampu siswa memahami, menyerap, dan menguasai pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh guru lewat mata pelajaran yang diajarkan. Dalam konteks pembelajaran, hal ini lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru kepada siswa pada waktu ujian, baik ujian mid semester, ujian semester, maupun ujian akhir sekolah. Tinggi rendahnya atau baik-buruknya prestasi belajar yang telah dicapai siswa sangat bergantung kepada proses belajar mengajar, yakni pengalaman belajar apa yang telah dihayati oleh siswa. Proses belajar-mengajar yang berlangsung sangat baik dan berkualitas, cenderung akan menghasilkan prestasi belajar yang baik, sebaliknya proses-belajar mengajar yang berjalan tidak baik cenderung akan menghasilkan pula prestasi belajar yang tidak baik. Faktor pendidik dan faktor peserta didik merupakan bagian yang sangat sentral dan karenanya perlu dipahami secara utuh, terutama menyangkut aspek batiniahnya. Dalam dunia pendidikan, upaya peningkatan unsur pendidik serta faktor perbaikan kurikulum, metode, dan evaluasi merupakan prioritas dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional. Manusia yang terlibat dalam pendidikan menempati posisi kunci dalam proses pendidikan. Berbagai kelengkapan sarana dan prasarana yang ada merupakan faktor yang membantu manusia dalam melaksanakan tugas pendidikan, keberhasilan atau kegagalan pendidikan sangat dipengaruhi oleh faktor manusianya. Memahami manusia yang terlibat dalam dunia pendidikan dapat dilakukan dengan menggali persepsi mereka tentang dunia pendidikan dan pembelajaran. Aktivitas yang dilakukan oleh pelaku pendidikan dalam proses pendidikan akan melahirkan kesan-kesan terhadap aktivitas yang dilakukannya. Pemahaman yang baik terhadap proses .........................................

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > LA History of education
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Pendidikan Sejarah - S2
    Depositing User: Ardhi Permana Lukas
    Date Deposited: 23 Jul 2013 20:14
    Last Modified: 23 Jul 2013 20:14
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/8590

    Actions (login required)

    View Item