MODAL SOSIAL DAN KEBERLANGSUNGAN USAHA (Studi Deskriptif Kualitatif Tentang Keterkaitan Hubungan Modal Sosial Dengan Keberlangsungan Usaha Pengusaha Batik Di Kampung Kauman, Kelurahan Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta)

Handayani, Niken (2007) MODAL SOSIAL DAN KEBERLANGSUNGAN USAHA (Studi Deskriptif Kualitatif Tentang Keterkaitan Hubungan Modal Sosial Dengan Keberlangsungan Usaha Pengusaha Batik Di Kampung Kauman, Kelurahan Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

[img] PDF - Published Version
Download (3012Kb)

    Abstract

    Niken Handayani. D0303043. Tahun 2007. MODAL SOSIAL DAN KEBERLANGSUNGAN USAHA (Studi Deskriptif Kualitatif Tentang Keterkaitan Hubungan Modal Sosial Dengan Keberlangsungan Usaha Pengusaha Batik Di Kampung Kauman, Kelurahan Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta). Skripsi. Jurusan Sosiologi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan memaparkan deskripsi modal sosial dan keberlangsungan usaha pengusaha batik. Disamping itu juga memaparkan deskripsi keterkaitan modal sosial dengan keberlangsungan usaha pengusaha batik. Penelitian ini mengambil lokasi di Kauman Surakarta karena dilokasi ini banyak terdapat pengusaha batik dengan latar belakang historis yang cukup unik. Data dari penelitian ini berwujud data primer dari informan pengusaha batik yang beretnis Jawa di Kauman Surakarta. Adapun data yang berwujud data sekunder diperoleh dari kantor Kelurahan Kauman. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan maksimum variation sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara secara mendalam (in-depth-interview), observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis data model interaktif. Validitasnya adalah trianggulasi data (sumber). Pengusaha batik Kauman memiliki modal sosial yang terbangun dalam jaringan perkumpulan RT/Rw, kelompok pengajian, Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman, ASEPI, Solo Raya, pedagang Pasar Klewer, dan dalam daur kehidupan (bantu membantu), terdapat hubungan yang dilandasi kepercayaan satu sama lain (trust), dalam jaringan ini kemudian terbangun kerjasama-kerjasama, saling membantu satu sama lain, saling mengguntungkan dan diperoleh banyak manfaat, dimana didalamnya ditopang oleh norma formalitas, menghargai, menghormati, saling mengguntungkan. Serta akan selalu diwarnai oleh nilai-nilai ketaatan, kejujuran, pencapaian, individualistik dan tolong menolong. Keberlangsungan usaha para pengusaha batik Kauman meliputi keberlangsungan permodalan, keberlangsungan sumber daya manusia, keberlangsungan produksi dan keberlangsungan pemasaran. Keberlangsungankeberlangsungan ini dilihat dari bagaimana pengusaha batik Kauman memenuhi kebutuhan, mengembangkan dan melindungi sumber daya yang ada pada tiap-tiap aspek. Keberlangsungan usaha pengusaha batik Kauman selalu diwarnai oleh filosofi, norma agama, dan keprofesionalan dalam menjalankan setiap aktivitas usahanya yang bertujuan memperoleh profit. Keterkaitan hubungan modal sosial dengan keberlangsungan usaha dapat diketahui dengan menggunakan teori yang dikemukakan oleh Granovetter dalam Sosiologi Ekonomi tentang bagaimana perilaku institusi atau individu dipengaruhi oleh hubungan sosial atau aktivitas-aktivitas sosial yang merupakan suatu permasalahan klasik dalam teori sosial. Ekspresi hubungan sosial ekonomi ditandai dengan kegiatan-kegiatan (perilaku, tindakan) yang mendukung suatu interaksi sosial seperti kerjasama, dimana kegiatan-kegiatan ini senantiasa diwarnai oleh partisipasi jaringan, resiprositas, trust, nilai-nilai, norma sosial dan tindakan proaktif. Keterkaitan modal sosial dengan keberlangsungan usaha terletak pada unsur-unsur yang terbangun dalam modal sosial dan kerjasama yang dijalin pengusaha batik dalam aktivitas keberlangsungan usaha, dimana unsur-unsur ini mewarnai keberlangsungan usaha batik tersebut. Keterkaitan modal sosial dan keberlangsungan usaha terletak pada tindakan ekonomi yang dilakukan baik itu berhubungan dengan keberlangsungan permodalan, sumber daya manusia, produksi dan pemasaran cenderung diwarnai adanya hubungan sosial dalam kegiatan partisipasi jaringan, dalam kegiatan tukar menukar kebaikan (resiprositas) dalam daur kehidupan, yang memiliki norma saling mengguntungkan dalam setiap hubungan sosial yang dibangun dengan pemodal, tenaga kerja, relasi usaha dan pelanggan. Terkandung nilai kepedulian dalam memperlakukan tenaga kerja, relasi usaha, pelanggannya. Nilai kejujuran juga senantiasa mewarnai tindakan ekonomi yang dilakukan pengusaha kepada para tenaga kerja dan pelanggan-pelanggannya. Keterkaitan ini membuktikan kebenaran teori Granovetter tentang Embeddedness.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Depositing User: Aldhila Maharani
    Date Deposited: 23 Jul 2013 20:18
    Last Modified: 23 Jul 2013 20:18
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/8588

    Actions (login required)

    View Item