PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE MECHANISMS TERHADAP COST OF EQUITY CAPITAL

Aminda Sari, Putri (2009) PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE MECHANISMS TERHADAP COST OF EQUITY CAPITAL. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (792Kb)

    Abstract

    Dalam teori keagenan (agency theory), hubungan agensi muncul ketika satu orang atau lebih (principal) mempekerjakan orang lain (agent) untuk memberikan suatu jasa dan kemudian mendelegasikan wewenang pengambilan keputusan kepada agent tersebut (Jensen dan Meckling, 1976). Agent adalah manajemen perusahaan yang bertugas mengelola sumber daya perusahaan yang dipercayakan principal kepada mereka. Sebagai pengelola perusahaan, manajer mempunyai informasi yang lebih banyak dan lebih up to date tentang kondisi internal dan prospek perusahaan di masa depan dibandingkan dengan principal (pemegang saham atau stakeholders lainnya). Kondisi tersebut dikenal sebagai asimetri informasi (information asymmetry) (Murni, 2004). Menurut Ashbaugh, Collins, dan LaFond (2004), asimetri informasi dapat menimbulkan dua permasalahan, yaitu masalah moral hazard dan adverse selection. Masalah moral hazard terjadi ketika manajer mempunyai dorongan atau keinginan untuk mengejar kepentingan mereka sendiri dengan dibebankan pada pemegang saham. Selain itu, asimetri informasi juga dapat menyebabkan masalah adverse selection yang terjadi ketika investor tidak dapat melihat nilai perusahaan yang sebenarnya, sehingga investor tidak dapat membedakan kualitas manajemen yang baik dan yang buruk. Kesalahan informasi tentang kualitas manajemen dan nilai perusahaan tersebut akan menyebabkan risiko agensi (agency risk) yang dibebankan pada pemegang saham menjadi lebih besar. Oleh karena itu, investor akan meminta premi untuk mengantisipasi atau menanggung risiko agensi tersebut sehingga akan meningkatkan cost of equity capital perusahaan. Siallagan dan Machfoedz (2006) menyatakan bahwa, asimetri informasi memungkinkan manajemen melakukan praktik akuntansi yang berorientasi pada perolehan kinerja tertentu dengan memanipulasi laba yang dilaporkan pada laporan keuangan. Tindakan yang dilakukan manajemen itu sering disebut sebagai praktik manajemen laba (earnings management). Praktik tersebut makin mudah dilakukan manajemen karena kinerja perusahaan dievaluasi dan dihargai berdasarkan laporan yang dibuat oleh manajemen itu sendiri. Laporan keuangan menjadi alat utama bagi perusahaan untuk menyampaikan informasi keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban manajemen (Schipper dan Vincent, 2003). Menurut Standar Akuntansi Keuangan, laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan laba-rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan. Laporan-laporan tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman bagi pengguna laporan keuangan (khususnya pemegang saham dan investor) untuk pengambilan keputusan (khususnya keputusan investasi). Namun, akhir-akhir ini laporan keuangan telah menjadi isu sentral karena dianggap sebagai sumber penyalahgunaan informasi yang merugikan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan tersebut. Pada tahun 1998 sampai dengan 2001 telah terjadi banyak skandal keuangan di perusahaan- perusahaan publik dengan melibatkan persoalan laporan keuangan. Beberapa ....................................

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    Divisions: Fakultas Ekonomi
    Fakultas Ekonomi > Akuntansi
    Depositing User: Ardhi Permana Lukas
    Date Deposited: 23 Jul 2013 19:11
    Last Modified: 23 Jul 2013 19:11
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/8562

    Actions (login required)

    View Item