Pemberdayaan petani oleh penyuluh untuk pengembangan usaha tani padi organik di desa Pondok, kecamatan Nguter, kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah

Rustiono , Dedy (2008) Pemberdayaan petani oleh penyuluh untuk pengembangan usaha tani padi organik di desa Pondok, kecamatan Nguter, kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret Surakarta .

[img] PDF - Published Version
Download (733Kb)

    Abstract

    Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2007 - Januari 2008. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pelaksanaan pemberdayaan, model pemberdayaan, strategi pemberdayaan, pengetahuan petani, sikap petani, keterampilan petani, dan partisipasi petani dalam pengembangan usahatani padi organik. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kwalitatif, dengan bentuk rancangan studi kasus ganda, strategi penelitian yang digunakan adalah penelitian terpancang (embedded research). Lokasi penelitian di desa Pondok, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Adapun data yang diperoleh adalah data primer dari informan petani inovator, pelopor, dan biasa dengan penguasaan lahan sebagai pemilik penggarap, penyakap, dan penyewa. Data sekunder diperoleh dari kantor Lurah Desa Pondok dan Dinas Pertanian Sukoharjo. Teknik sampling adalah, maximus variation sampling, snowball sampling dan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam (Indedth- interview). Analisis data menggunakan model interaktif. Validitasnya adalah trianggulasi data (sumber) dan trianggulasi peneliti. Selain mendeskripsikan secara kwalitatif juga menceritakan hubungan atau keterkaitan antar variabel. Keterkaitan ini juga dijelaskan dengan data kwantitatif yang diolah dengan statistik korelasi, sebagai fenomena pendukung analisis kwalitatif. Data kwantitatif dikumpulkan dengan teknik kuesioner dari 83 responden petani (innovator, pelopor, biasa). Setelah dilakukan analisis diperoleh kesimpulan bahwa, pelaksanaan program yang dilakukan petani inovator telah sesuai dengan penyuluhan dan percontohan yang diberikan oleh penyuluh, sehingga dapat menerima dan melaksanakan. Petani pelopor dan petani biasa melaksanakan sebagian program, yaitu hanya pada pengolahan tanah dengan pupuk organik (pupuk kandang). Model pemberdayaan menggunakan penyuluha, percontohan dan dilanjutkan dengan “Delat” (Demonstrasi dan Latihan) yang meliputi pembuatan pupuk organik, mengolah tanah dengan pupuk organik. Model ini diterapkan untuk petani yang tergabung dalam Poktan, adapun petani di luar Poktan akan belajar dengan sistem “getok tular”. Kendalanya adalah sistem penyampaian pesan tidak memadai, karena bukan disampaikan oleh penyuluh sendiri. Strategi pemberdayaan dilakukan dengan mengembangkan potensi SDM dengan pembenahan sikap dan moral keluarga petani melalui penyuluhan. Strategi pemberdayaan dengan pengembangan lembaga dilakukan melalui Poktan dan Gapoktan. Pengetahuan usahatani padi organik petani setelah pemberdayaan cenderung ada perbedaan antara petani inovator, pelopor, dan biasa. Petani inovator mengenal, mengetahui, memahami, dan memanfaatkan sepenuhnya dalam pelaksanaan. Petani pelopor dan biasa hanya mampu merencanakan tahapan usahatani padi organik, tetapi tidak memanfaatkan dalam pelaksanaan. Sikap petani inovator setelah pemberdayaan cenderung lebih berani menanggung resiko dari petani pelopor maupun biasa. Ketrampilan petani dalam usahatani padi organik setelah pemberdayaa, yang diperoleh petani inovator cenderung mampu merencanakan sampai pengolahan pasca panen dan pemasaran hasil. Pada petani pelopor dan biasa hanya mampu terampil pada perencanaan dan pengolahan tanah dengan pupuk organik. Partisipasi petani inovator dalam program pengembangan usahatani padi organik adalah menjelaskan perencanaan menjadi petani sejahtera dengan mengubah moral petani subsistensi manjadi petani pengusaha. Partisipasi petani pelopor dan biasa adalah dalam hal pengadaan bibit, pengairan, pengusahaan traktor, dan treaser. Pengembangan usahatani padi organik setelah pemberdayaan pada petani inovator cenderung terdapat peningkatan pendapatan jika dibandingkan dengan pendapatan petani pelopor dan petani biasa yang memiliki penguasaan lahan sebagai petani pemilik penggarap. Oleh karena terdapat ragam kecenderungan dari masing-masing variabel untuk masing-masing peran petani (inovator, pelopor, biasa), maka terdapat pula ragam kecenderungan keterkaitan antar variabel. Keterkaitan-keterkaitan ini ada di dalam populasi, yang dijelaskan dengan hasil perhitungan statistik korelasi sebagai fenomena pendukung analisis kwalitatif.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: T Technology > TH Building construction
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Penyuluhan Pembangunan
    Depositing User: Riza Umami Nur K
    Date Deposited: 23 Jul 2013 19:05
    Last Modified: 23 Jul 2013 19:05
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/8557

    Actions (login required)

    View Item