WACANA TENTANG BENCANA MERAPI DALAM ARTIKEL OPINI (Analisis Wacana Artikel Opini Bencana Alam Gunung Merapi Pada Surat Kabar Harian Kompas Periode Oktober – November 2010)

ERPATRIATMOKO, RIAN (2011) WACANA TENTANG BENCANA MERAPI DALAM ARTIKEL OPINI (Analisis Wacana Artikel Opini Bencana Alam Gunung Merapi Pada Surat Kabar Harian Kompas Periode Oktober – November 2010). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (710Kb)

    Abstract

    Rian Erpatriatmoko, D0206092, Analisis Wacana Artikel Opini Bencana Alam Gunung Merapi Pada Surat Kabar Harian Kompas Periode Oktober – November 2010, Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta 2011. Peristiwa bencana alam meletusnya gunung Merapi 26 Oktober 2010 banyak dibicarakan di media dan menjadi topik utama di bebagai media massa. Tidak dapat dipungkiri peristiwa bencana alam tersebut merupakan bencana alam yang dasyat di Indonesia pada tahun 2010 dan menarik perhatian berbagai kalangan masyarakat. Berbagai sudut pandang dan pembahasan muncul mengenai peristiwa ini dalam bentuk artikel opini di surat kabar. Setiap penulis artikel opini yang berasal dari kalangan masyarakat dengan latar belakang yang berbeda-beda memiliki cara pandang yang berbeda dalam mengkonstruksi pesan maupun mengkritisi peristiwa bencana gunung merapi lewat tulisan yang dibuatnya. Setiap penulis artikel opini juga memiliki tujuan tertentu yang hendak dicapai dalam menyampaikan pesan komunikasinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui wacana dalam artikel opini surat kabar Kompas terkait bencana alam erupsi Gunung Merapi. Mengetahui bagaimana pesan diorganisir, dipahami, dan digunakan. Dengan menggunakan teknik analisis wacana, peneliti mencoba menganalisis permasalahan melalui teks artikel opini tersebut. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Wacana yang diperkenalkan oleh Teun A. Van Dijk. Van Dijk memandang bahwa pemakaian kalimat, kata, dan gaya bahasa tertentu sebagai bagian dari strategi komunikator yang memiliki kaitan yang erat dengan masalah politik kebahasaan. Pemakaian kalimat, kata, dan gaya bahasa tertentu bukan semata-mata dipandang sebagai cara berkomunikasi, tetapi harus dipandang sebagai politik berkomunikasi yakni suatu cara untuk mempengaruhi pendapat umum, menciptakan dukungan, dan memperoleh legitimasi. Struktur wacana van Dijk adalah suatu cara yang efektif untuk melihat proses pemakaian bahasa dan persuasi yang dilakukan oleh komunikator dengan menggunakan kata-kata tertentu, gaya bahasa tertentu untuk menekankan sikap politik atau pendapat tertentu. Dari hasil analisis, peneliti menyimpulkan bahwa para penulis artikel opini memiliki beranekaragam pemikiran dalam menyikapi peristiwa bencana Merapi. Keanekaragaman, terlihat dari cara pandang terhadap peristiwa tersebut yang dipandang baik secara negatif atau positif. Sisi negatif dapat dilihat dalam wacana seperti kelambanan penanganan pemerintah, ketidaksiapan perencanaan anggaran dari pemerintah, ironi yang terjadi dalam bencana Merapi, munculnya ketakutan kolektif, dan pemikiran irasional dari masyarakat. Wacana-wacana tersebut dimunculkan sebagai wujud kritik dari penulis artikel terhadap pihak-pihak yang terkait dengan peristiwa tersebut untuk berkaca dan instropeksi diri. Sedangkan pembahasan sisi positif yang muncul adalah mengenai bencana Merapi yang dapat memberi pelajaran bagi masyarakat dan menjadi pencerah bangsa.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: C Auxiliary Sciences of History > CD Diplomatics. Archives. Seals > CD921 Archives
    H Social Sciences > HE Transportation and Communications
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
    Depositing User: Nur Anisah
    Date Deposited: 23 Jul 2013 16:28
    Last Modified: 23 Jul 2013 16:28
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/8530

    Actions (login required)

    View Item