EVALUASI PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT- MANDIRI PERKOTAAN (PNPM-MP) (Studi Kasus di Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo)

PUSPITO SARI, YESSY (2010) EVALUASI PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT- MANDIRI PERKOTAAN (PNPM-MP) (Studi Kasus di Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (542Kb)

    Abstract

    ABSTRAK EVALUASI PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT- MANDIRI PERKOTAAN (PNPM-MP) tahun 2009 (Studi Kasus di Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo) Yessy Puspito Sari NIM. F0106086 Masalah kemiskinan merupakan permasalahan pokok yang dihadapi Indonesia. Pemerintah saat ini berkonsentrasi penuh dalam program penanggulangan kemiskinan, salah satunya adalah dengan Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) yang sekarang berubah menjadi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar dampak PNPM-MP dalam meningkatkan pendapatan peserta program, menurunkan kemiskinan, mengetahui bagaimana efisiensi penyaluran program dan kelangsungan dananya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan metode survei yang dilakukan di 12 desa Kecamatan Kartasura dengan jumlah responden sebanyak 98 orang. Penelitian ini menggunakan alat analisis yang telah dirumuskan dalam Manual Evaluasi Program Penanggulangan Kemiskinan yang dibuat oleh ESCAP (Economic and Social Commision for Asia and Pasific), yang terdiri dari empat indikator yaitu Income Indicator (AI), Poverty Reduction (PR), Efficiency in Programme Delivery (EP), dan Financial Viability (FV). Untuk mempermudah penelitian, maka penelitian dibedakan menjadi dua program yaitu program kerja mandiri yang mencakup program ekonomi/dana bergulir dan program padat karya atau program yang berupa fisik (contoh membangun jembatan atau jalan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah mengikuti program PNPM- MP pendapatan peserta program ekonomi bergulir meningkat 23,8% dan berdampaak pada peningkatan pendapatan rumah tangga rata-rata sebesar 10,4%. Sedangkan pendapatan peserta program fisik mengalami penurunan sebesar 0,03%. Jumlah peserta program ekonomi bergulir dan fisik yang tergolong miskin menurun masing- masing 70,1% dan 3%. Efisiensi penyaluran program ekonomi bergulir sebesar 22%, lebih rendah dari program fisik yaitu 77%. Kelangsungan dana untuk program ekonomi bergulir dan fisik masing-masing 11,4% dan 2%. Skor keseluruhan untuk program ekonomi bergulir 30,73 dan program fisik diperoleh sebesar 16,38. Kesimpulannya adalah program ekonomi bergulir lebih berhasil dalam menanggulangi kemiskinan di wilayah sampel dibanding program fisik. Saran dari penelitian ini adalah pengelola harus lebih selektif dalam memilih pemanfaat program sehingga dapat tepat sasaran dan pengelola harus memiliki ketegasan dalam mengatasi kredit macet. Dalam program padat karya swadaya adalah nilai utama sehingga perlu ditingkatkan. Kata kunci: PNPM-MP, ESCAP, Ekonomi Bergulir, Program Fisik, income indicator, poverty reduction, efficiency in programme delivery, financial viability.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Uncontrolled Keywords: PNPM-MP, ESCAP, Ekonomi Bergulir, Program Fisik, income indicator, poverty reduction, efficiency in programme delivery, financial viability.
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    H Social Sciences > HB Economic Theory
    Divisions: Fakultas Ekonomi > Ekonomi Pembangunan
    Depositing User: Fairly Okta'mal
    Date Deposited: 23 Jul 2013 09:27
    Last Modified: 23 Jul 2013 09:27
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/8448

    Actions (login required)

    View Item