PERSEPSI KHALAYAK TERHADAP REALITAS SIMBOLIK TENTANG KEKERASAN DI MEDIA ( Studi Persepsi Terhadap Realitas Simbolik Tentang Kekerasan Poligami Terhadap Perempuan Dalam Sinetron Inayah di Indosiar Periode Oktober 2009)

Primas Sekar, Rafiska (2010) PERSEPSI KHALAYAK TERHADAP REALITAS SIMBOLIK TENTANG KEKERASAN DI MEDIA ( Studi Persepsi Terhadap Realitas Simbolik Tentang Kekerasan Poligami Terhadap Perempuan Dalam Sinetron Inayah di Indosiar Periode Oktober 2009). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (772Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Rafiska Primas Sekar, D 0205111, Realitas Media Tentang Kekerasan Terhadap Perempuan Dalam Poligami (Studi Persepsi Khalayak Tentang Kekerasan Terhadap Perempuan dalam Poligami yang Direpresentasikan dalam Sinetron Inayah di Indosiar Periode oktober 2009), 185 halaman. Di negeri ini posisi perempuan dalam keluarga secara kultural cukup rentan terhadap kekerasan. Kerentanan ini semakin terlihat saat suami memutuskan untuk berpoligami. Banyak perempuan dan anak yang lantas menjadi korban dalam kehidupan rumah tangga, baik dalam hal pemenuhan kebutuhan fisiologis maupun psikologis. Tindakan kekerasan dalam poligami dalam kenyataan tersebut digambarkan dalam tayangan sinetron. Akibatnya, tindak kekerasan dalam poligami dipersepsikan secara positif dan negatif oleh pemirsa televisi. Tujuan penelitian ini untuk melihat persepsi masyarakat secara umum terhadap Sinetron Inayah dan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi tersebut dan secara khusus dari sudut kelompok masyarakat umum, Lembaga Sosial Masyarakat, dan Ormas Agama Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksploratif kualitatif dengan teknik mengumpulkan data melalui wawancara pada responden masyarakat secara umum, LSM, dan Ormas Islam di Surakartaa. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa interaktif, yaitu tiga komponen analisis data reduction (reduksi data), data display (sajian data) dan data conclusion drawing (penarikan kesimpulan)berbentuk interaksi dengan proses pengumpulan data berbagai proses siklus. Kesimpulan hasil peneltian, yaitu: (1) Secara umum masyarakat mempersepsikan sinetron Inayah, sebagai berikut: Konsepnya rekreatif yang memberi hiburan, menayangkan moral yang negatif tentang peristiwa dalam kehidupan sehingga mudah dipahami oleh masyarakat. Para tokoh dalam sinetron banyak dikenal masyarakat karena memiliki wajah tampan dan cantik. Alur cerita dianggap mewakili audience karena cerita tentang poligami sering ditemui dalam kehidupan. (2) Secara khusus: (a) LSM mempersepsikan kekerasan dalam poligami: Tidak mendukung poligami karena hanya membuat istri menderita, kerasan yang terjadi dalam poligami tidak seharusnya dilakukan, kkerasan tidak akan menyelesaikan masalah, penyelesaian masalah dengan kekerasan hanya akan menyakiti orang lain. Faktor-faktor yang mempengaruhi kekerasan dalam poligami: Suami mempunyai harta berlebih, lingkungan yang mendukung terjadinya poligami, dan ketidakpuasan suami dengan pelayanan istri. (b) Ormas Islam mempersepsikan kekerasan dalam poligami tidak melarang poligami, Agama Islam tidak mengajarkan kekerasan, dan poligami boleh dilakukan apabila suami dapat bertindak adil. Faktor-faktor yang mempengaruhi kekerasan dalam poligami: ketidakpuasan suami dengan pelayanan istri, lingkungan yang mendukung terjadinya poligami, dan tidak memahami makna sebenarnya poligami dalam ajaran Islam. ABSTRACT Rafiska Primas Sekar, D 0205111, The Media Reality on the Violence to Women in Polygamy (A Study on the Audience’s Perception on the Violence to Women in Polygamy Represented in Inayah Sinetron in Indonesia Periode 2009 of October ), 185 pages. In this country the position of women in the family culturally is sufficiently susceptible to the violence. This susceptibility is increasingly visible when the husband decides to make polygamy. Many women and children then become the victim in domestic life, in the term of both physiological and physiological needs fulfillment. Violent action in polygamy in such reality is represented in the sinetron (electronic cinema) show. As a result, the violent action in polygamy is perceived positively and negatively by the television audiences. The objective of research is to see the society’s perception generally on the Inayah Sinetron and the factors affecting such perception and particularly from the public society group’s perspective, Society Social Institution, and Islamic Society Organization. The study belongs to an exploratory qualitative research using interview with the society respondent generally, LSM and Islamic Society Organization in Surakarta as the technique of collecting data. Technique of analyzing data used was an interactive one, consisting of three data analysis components: data reduction, display and conclusion drawing in the form of interaction with the several cycle processes of data collection process. The conclusions of research include: (1) generally the society perceives Inayah Sinetron as follows: Its concept is recreation giving entertainment, showing the negative moral about the event in life so that it is easily understood by the society. The characters of sinetron are known widely by the society because of their handsome and beautiful face. The plot is considered representative for the audience because the story of polygamy is frequently encountered in the life. (2) Particularly: (a) LSM perceives the violence in polygamy. It does not support polygamy because it will make the wife suffering from, the violence occurring in polygamy must not been done, violence will not solve the problem. The problem solving using violence will only hurt others. The factors affecting the violence in polygamy: Husband has surplus wealth, the environment supporting the polygamy occurrence, and husband’s dissatisfaction with wife’s service. (b) Islamic society organization perceives the violence in polygamy not prohibiting polygamy, Islam religion does not teach violence, and polygamy may be done when the husband act justly. The factors affecting the violence in polygamy: husband’s dissatisfaction with wife’s service, the environment supporting the polygamy occurrence, and no knowledge on the actual meaning of polygamy in Islam doctrine.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
    Depositing User: Fairly Okta'mal
    Date Deposited: 23 Jul 2013 06:57
    Last Modified: 23 Jul 2013 06:57
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/8446

    Actions (login required)

    View Item