PEMANFAATAN BATU KUNING (DOLOMITE LIMESTONE) SEBAGAI BAHAN SUBBASE COURSE JALAN DITINJAU DARI BESARNYA NILAI kv PADA PENGUJIAN HEAVY COMPACTION DAN CBR DALAM KONDISI UNSOAKED

RISTANTO, MUH (2011) PEMANFAATAN BATU KUNING (DOLOMITE LIMESTONE) SEBAGAI BAHAN SUBBASE COURSE JALAN DITINJAU DARI BESARNYA NILAI kv PADA PENGUJIAN HEAVY COMPACTION DAN CBR DALAM KONDISI UNSOAKED. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (4Mb)

    Abstract

    Batu Kuning (Dolomite Limestone) yang diambil di desa Soko kecamatan Miri kabupaten Sragen merupakan langkah awal dari pemanfaatan batu kuning sebagai bahan perkerasan jalan khususnya lapis pondasi bawah (subase course). Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik material batu kuning, menentukan variasi rancangan material subbase course berupa batu kuning dengan penambahan agregat pilihan berupa kerikil dan pasir, serta menganalisis besar prosentase nilai CBR unsoaked dan nilai kv dengan menggunakan material batu kuning serta menambahkan agregat pilihan berupa pasir dan kerikil sebagai bahan penelitian. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total benda uji 96 buah yang terdiri dari batu kuning, batu kuning + pasir, batu kuning + kerikil dan batu kuning + pasir + kerikil. Dari tiap sampel terdiri dari 4 variasi campuran, 5 variasi penambahan air sebesar 0ml, 50ml, 100ml, 150ml, 200ml pada tiap benda uji untuk pengujian heavy compaction dilakukan sesuai dengan British standard, kemudian diambil nilai yang maksimum dari tiap sampel variasi pencampuran untuk dilakukan pengujian CBR unsoaked berdasarkan prosedur-prosedur laboratorium sesuai dengan British standard. Untuk menentukan nilai modulus reaksi tanah dasar (kv) dilakukan pendekatan antara hubungan nilai CBR unsoaked dan nilai modulus reaksi tanah dasar (kv). Pada pengujian heavy compaction semua variasi diperoleh kadar air (w) dan berat isi kering (d) tertinggi pada variasi D3 yang terdiri dari 33,30% (3/4”,3/8”,4,8,40, dan 200) batu kuning (dolomite limestone), 33,30% kerikil (3/8”) dan 33,30% pasir (10) diperoleh wopt = 6,718 % dand max = 3,003 gr/cm3 pada penambahan air 150 ml. Sedangkan yang terendah pada variasi B2 yang terdiri dari 75% (3/4”,3/8”,4,8,40, dan 200) batu kuning (dolomite limestone) dan 25% pasir (10) diperoleh wopt = 6,030 % dand max = 2,260 gr/cm3 pada penambahan air 150 ml. Penelitian ini menunjukkan bahwa Nilai CBR unsoaked tertinggi pada semua variasi sebesar 73,69 % yang terdiri dari 50% (3/4”,3/8, dan 4) batu kuning (dolomite limestone) dan 50% (8,40, dan 200) batuan lokal (batu kuning) atau pada variasi A1, sedangkan yang terendah pada semua variasi sebesar 22,73 terdiri dari 25% (3/4”,3/8,4,8,40, dan 200) batu kuning (dolomite limestone) dan 75% (1/2”,3/8”, dan 4) kerikil. Nilai modulus of subgrade reaction (kv) tertinggi pada semua variasi sebesar 186604,24 kN/m2.m-1, sedangkan terendah sebesar 73384,54 kN/m2.m-1

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TF Railroad engineering and operation
    T Technology > TH Building construction
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Dyah Pratiwi
    Date Deposited: 23 Jul 2013 05:59
    Last Modified: 23 Jul 2013 05:59
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/8433

    Actions (login required)

    View Item