ANALISIS USAHA PENANGKAPAN IKAN LAUT DENGAN ALAT TANGKAP PANCING PRAWAI DASAR (BOTTOM LONG LINE) OLEH NELAYAN DARI KABUPATEN BATANG

KHASANAH, USWATUN (2010) ANALISIS USAHA PENANGKAPAN IKAN LAUT DENGAN ALAT TANGKAP PANCING PRAWAI DASAR (BOTTOM LONG LINE) OLEH NELAYAN DARI KABUPATEN BATANG. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (703Kb)

    Abstract

    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya keuntungan, risiko, efisiensi serta keuntungan dan risiko setelah sistem bagi hasil usaha penangkapan ikan laut dengan alat tangkap pancing prawai dasar (bottom long line) oleh nelayan dari Kabupaten Batang. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitik. Penentuan daerah sampel dilakukan secara sengaja purposive. Responden adalah pemilik kapal (juragan) > 30 GT usaha penangkapan ikan laut yang menggunakan alat tangkap pancing prawai dasar (bottom long line) di Kabupaten Batang. Jumlah responden sebanyak 16 orang. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan pencatatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biaya total yang dikeluarkan selama satu trip penangkapan ikan laut adalah sebesar Rp 76.617.779,84. Penerimaan diperoleh sebesar Rp 138.610.231,25 sehingga keuntungannya sebesar Rp 61.992.451,41. Besarnya nilai koefisien variasi 0,38 dan nilai batas bawah keuntungan adalah Rp 15.457.035,38. Usaha penangkapan ikan laut di Kabupaten Batang yang dijalankan selama ini sudah efisien yang ditunjukkan dengan R/C rasio lebih dari satu yaitu sebesar 1,81 yang berarti setiap satu rupiah biaya yang dikeluarkan akan mendapatkan penerimaan sebesar 1,81 kali dari biaya yang dikeluarkan. Berdasarkan sistem bagi hasil yang berlaku di daerah penelitian maka diketahui bahwa juragan memperoleh keuntungan sebesar Rp. 28.835.489,90 per trip sehingga mempunyai resiko 0,38 dengan nilai batas keuntungan sebesar Rp. 7.187.521,45. ABK memperoleh keuntungan sebesar Rp. 1.437.836,29 per trip sehingga mempunyai resiko 0,43 dengan nilai batas keuntungan sebesar Rp. 187.980,98. Nahkoda memperoleh keuntungan sebesar Rp. 4.537.458,86 per trip sehingga mempunyai resiko 0,26 dengan nilai batas keuntungan sebesar Rp. 2.210.688,06. Motoris memperoleh keuntungan sebesar Rp. 2.057.760,81 per trip sehingga mempunyai resiko 0,25 dengan nilai batas keuntungan sebesar Rp. 454.149,00. Saran yang dapat diberikan adalah pemilihan pembeli yang lebih selektif, pemberian imbalan kepada ABK ,pemberian subsidi bahan bakar solar serta pengedaran ramalan cuaca dan iklim.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Fakultas Pertanian > Agribisnis
    Depositing User: Faisal Adhinata
    Date Deposited: 23 Jul 2013 03:35
    Last Modified: 23 Jul 2013 03:35
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/8397

    Actions (login required)

    View Item