ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI USAHATANI PADI ORGANIK DI KABUPATEN SRAGEN

SUPRAPTO, EDY (2010) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI USAHATANI PADI ORGANIK DI KABUPATEN SRAGEN. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1570Kb)

    Abstract

    Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui faktor-faktor yang menjadi pertimbangan petani dalam melakukan usahatani padi organik, (2) menganalisis pengaruh faktor-faktor produksi luas lahan, modal, tenaga kerja, bibit, pupuk, pestisida organik dan penyuluhan, dan (3) mengetahui perbedaan pendapatan usahatani padi organik dari petani yang belum pernah mengikuti penyuluhan dan petani yang sudah mengikuti penyuluhan dari PPL. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel 100 petani padi organik yang tersebar di Kecamatan Sambirejo, Ngrampal dan Tangan. Lokasi penelitian di Kabupaten Sragen. Penelitian ini dilaksanakan pada masa tanam antara Juni dan September 2009. Kegunaan penelitian ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat akan manfaat menanam padi organik dan penyuluhan, sedang kepada pemerintah untuk pengambilan kebijakan dalam hal intensitas penyuluhan dan memasyarakatkan pertanian organik yang menjadi priorotas pengembangan pertanian modern. Koefisien determinasi R 2 sebesar 0,968, hal ini menunjukkan bahwa variasi variabel luas lahan, modal, biaya tenaga, biaya bibit, biaya pupuk, biaya pestisida dan penyuluhan hanya mampu menjelaskan sebesar 96,8% terhadap variasi variabel pendapatan petani. Sedangkan sisanya 3,2% dijelaskan oleh variasi variabel lain diluar model penelitian ini. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa (1) luas lahan terbukti dominan berpengaruh terhadap pendapatan petani sehingga perlu adanya penambahan luas lahan pada setiap petani. (2) Modal terbukti berpengaruh terhadap pendapatan petani sehingga perlu adanya penguatan modal setiap petani. (3) Biaya tenaga tidak terbukti berpengaruh terhadap pendapatan petani sehingga pada masa datang tidak perlu memasukkan variabel tersebut atau untuk meyakinkan maka variabel tersebut perlu diteliti ulang. (4) Biaya bibit tidak terbukti berpengaruh terhadap pendapatan petani, sehingga tidak perlu adanya penambahan biaya bibit pada setiap petani. (5) Biaya pupuk terbukti berpengaruh terhadap Pendapatan Petani sehingga usahatani yang dilakukan masih perlu adanya penambahan biaya pupuk pada setiap petani. (6) Biaya pestisida tidak terbukti berpengaruh terhadap pendapatan petani, sehingga tidak perlu adanya penambahan biaya pestisida pada setiap petani. (7) Penyuluhan terbukti berpengaruh positif terhadap Pendapatan Petani, sehingga perlu penambahan intensitas penyuluhan pada setiap petani. Dari hasil penelitian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan intensitas penyuluhan yang tinggi, petani padi organik di Kabupaten Sragen akan meningkat pedapatannya. Dengan sistem penanaman padi organik yang baik sesuai anjuran penyuluh pertanian lapangan (PPL), selain akan meningkatan pendapatan petani juga menjadikan lahan pertanian menjadi subur dan lingkugan menjadi lebih baik. Oleh karea itu pemerintah dapat lebih meningkatkan perannya dalam memberikan bimbingan penyuluhan kepada petani melalui kelompok tani – kelompok tani yang tersebar di setiap desa. Diyakini dengan intensitas penyuluhan yang lebih tinggi, selain akan meningkatkan penyerapan teknologi baru dibidang pertanian juga mampu mendorong petani untuk selalu memperbaiki lingkungan usahatainya.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Ekonomi dan Studi Pembangunan
    Depositing User: Faisal Adhinata
    Date Deposited: 23 Jul 2013 02:21
    Last Modified: 23 Jul 2013 02:21
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/8392

    Actions (login required)

    View Item