BANJIR BENGAWAN SOLO TAHUN 1966 : DAMPAK DAN RESPONS MASYARAKAT KOTA SOLO

TAQOBALALLAH, RIDHA (2009) BANJIR BENGAWAN SOLO TAHUN 1966 : DAMPAK DAN RESPONS MASYARAKAT KOTA SOLO. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1978Kb)

    Abstract

    Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana pemahaman penduduk Solo terhadap Sungai Bengawan Solo? (2) Faktor-faktor ekologi apakah yang menyebabkan terjadinya banjir Bengawan Solo tahun 1966? Bagaimana dampak dan respons masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi bencana banjir Bengawan Solo tahun 1966? Hasil penelitian menggambarkan bahwa sungai Bengawan Solo merupakan sungai yang sangat vital dalam perkembangan kota Solo. Sungai Bengawan Solo menjadi urat nadi perdagangan dengan munculnya bandar-bandar perdagangan. Walaupun lambat laun terjadi perubahan ekologi dengan adanya pendangkalan sungai akibat eksploitasi kolonial Belanda di daerah hulu sungai sehingga membuat matinya bandar-bandar perdagangan disepanjang sungai ini, keberadaan sungai Bengawan Solo tetap penting dalam pertumbuhan kota Solo. Selain pentingnya itu sungai Bengawan Solo juga menjadi masalah bagi kota Solo dengan meluapnya sungai tersebut menjadi banjir yang menggenangi kota Solo. Pemerintah kerajaan Surakarta dan pemerintah kolonial Belanda telah berusaha menanggulangi banjir sungai Bengawan Solo dengan membuat tanggul dan pintu air bahkan membelah sungai Pepe menjadi sungai Anyar agar air luapan tidak menggenangi kota Solo. Peristiwa banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo sudah terjadi semenjak dahulu tetapi dalam volume yang kecil. Puncak banjir sungai Bengawan Solo adalah tahun 1966 dimana kota Solo mengalami banjir yang cukup besar. Hampir tiga perempat bagian kota terendam banjir dengan kerugian material dan jiwa yang cukup besar. Beberapa tanggul dan pintu air jebol menahan luapan air antara lain tanggul Kusumodilagan, Demangan, dan Tjengklik jebol. Pemerintah dan masyarakat segera melakukan upaya penyaelamatan dan pertolongan dengan berbagai cara yaitu mengevakuasi masyarakat Solo ke tempat yang lebih aman, mendirikan dapur umum sebagai bantuan logistik korban banjir dan setelah banjir surut masyarakat dan pemerintah melakuakn perbaikan tanggul yang rusak diterjang banjir. Dari penelitian tersebut bisa disimpulkan bahwa peristiwa banjir kota Solo tahun 1966 membuat masyarakat melakukan respon yang cepat dalam memberikan bantuan baik logistik maupun tenaga walaupun dampak banjir luar biasa besar. Terbukti kerjasama masyarakat dan pemerintah mampu mengurangi penderitaan korban banjir seminimal mungkin.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: D History General and Old World > D History (General)
    N Fine Arts > NX Arts in general
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Ilmu Sejarah
    Depositing User: Andika Setiawan
    Date Deposited: 22 Jul 2013 23:52
    Last Modified: 22 Jul 2013 23:52
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/8347

    Actions (login required)

    View Item