CERITA RAKYAT KABUPATEN WONOGIRI SUATU KAJIAN STRUKTURALISME DAN NILAI EDUKATIF

Suparmi, Sri (2009) CERITA RAKYAT KABUPATEN WONOGIRI SUATU KAJIAN STRUKTURALISME DAN NILAI EDUKATIF. PhD thesis, Universitas Sebelas Maret .

[img] PDF - Published Version
Download (1168Kb)

    Abstract

    Sri Suparmi, 5840208127.2009. CERITA RAKYAT KABUPATEN WONOGIRI SUATU KAJIAN STRUKTURALISME DAN NILAI EDUKATIF. Tesis. Surakarta : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret. April 2009. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis–jenis cerita rakyat Kabupaten Wonogiri ; (2) membahas struktur cerita rakyat Kabupaten Wonogiri; dan (3) menjelaskan nilai edukatif yang terkandung dalam cerita rakyat Kabupaten Wonogiri. Pembahasan struktur cerita rakyat meliputi isi cerita, tema, alur, tokoh, latar, dan amanat. Penjelasan muatan nilai edukatif dalam cerita rakyat meliputi nilai pendidikan moral, nilai pendidikan adat, nilai pendidikan agama, dan nilai pendidikan kepahlawanan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini informasi dideskripsikan secara teliti dan analisis. Strategi penelitian yang digunakan adalah studi kasus tunggal yang dilakukan pada satu karakteristik dan satu sasaran (subjek), yaitu cerita rakyat Kabupaten Wonogiri. Data penelitian dikumpulkan melalui beerapa sumber yaitu, informan, tempat benda–benda fisik, dan dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi langsung, perekaman, wawancara, dan analisis dokumen. Teknik cuplikan (sampling) yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik validasi data yang digunakan adalah triangulasi data / sumber, trianggulasi metode, dan trianggulasi teori. Teknik validasi data lain yang digunakan adalah review informan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis model interaktif (interactive model of analysis). Cerita rakyat Kabupaten Wonogiri yang dihimpun dan dianalisis dalam penelitian ini berjumlah tujuh, yaitu (1) cerita rakyat “Raden Ayu Matahati”, (2) cerita rakyat “Tugu Sasana Pusaka”, (3) cerita rakyat “Pertempuran Raden Mas Said di Nglaroh”, (4) cerita rakyat “Misteri Batu Gilang”, ( 5 ) cerita rakyat “Prasasti Hari Lahir Kota Wonogiri”, ( 6 ) cerita rakyat “Tempat Penemuan Arca Purbakala”, dan (7) cerita rakyat “Asal Usul Nama Desa Nambangan”. Cerita rakyat Kabupaten Wonogiri tersebut diklasifikasikan legenda, dalam kelompok legenda setempat dan legenda perseorangan. Secara umum cerita rakyat Kabupaten Wonogiri tersebut berisi dan bertema asal usul terjadinya suatu tempat. Alur cerita yang digunakan dalam cerita rakyat Kabupaten Wonogiri tersebut adalah alur maju atau alur lurus. Tokoh yang dominan dalam cerita rakyat Kabupaten Wonogiri tersebut adalah manusia yang digambarkan sebagai manusia yang memiliki kesaktian tertentu dan berwatak baik. Latar tempat dan latar sosial lebih banyak digunakan (dominan) dalam cerita rakyat Kabupaten Wonogiri daripada latar lainnya. Dalam cerita rakyat Kabupaten Wonogiri juga terkandung amanat yang cukup bervariasi Nilai edukatif yang terkandung dalam cerita rakyat Kabupaten Wonogiri meliputi nilai pendidikan moral, nilai pendidikan adat, nilai pendidikan agama, dan nilai pendidikan kepahlawanan

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GR Folklore
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > D3 - Komunikasi Terapan
    Depositing User: neno sulistiyawan
    Date Deposited: 22 Jul 2013 22:14
    Last Modified: 22 Jul 2013 22:14
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/8269

    Actions (login required)

    View Item