PENGEMBANGAN OBYEK WISATA GOA TABUHAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT SEKITAR

Sari, Anggi Permata (2011) PENGEMBANGAN OBYEK WISATA GOA TABUHAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT SEKITAR. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1211Kb)

    Abstract

    Anggi Permata Sari, PENGEMBANGAN OBYEK WISATA GOA TABUHAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT SEKITAR. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Februari 2011. Tujuan penelitian adalah untuk mendiskripsikan: (1). Latar belakang Obyek Wisata Goa Tabuhan. (2). Perkembangan Obyek Wisata Goa Tabuhan. (3). Peranan Dinas Pariwisata Kabupaten Pacitan dalam mengembangkan Obyek Wisata Goa Tabuhan. (4). Pengaruh Obyek Wisata Goa Tabuhan terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekitar. Penelitian ini mengambil lokasi di Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan. Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian deskriptif kualitatif. Sample yang digunakan bersifat purposive sampling. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Untuk menguji keabsahan data penulis menggunakan trianggulasi sumber (data) dan trianggulasi metode. Teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisa kualitatif dan analisa interaktif. Berdasarkan pada hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan: (1). Latar belakang ditemukannya obyek wisata Goa Tabuhan ini ada dua persepsi, yang pertama yaitu berdasarkan cerita turun temurun bahwa goa tersebut dijadikan tempat bertapa para pengawal Pangeran Diponegoro, seperti Sentot Alibasyah Prawirodirjo. Sentot Alibasyah Prawirodirjo bertapa sekaligus bersembunyi dari kejaran Belanda. Sedangkan persepsi yang kedua diperolah berdasarkan cerita masyarakat sekitar bahwa, Goa Tabuhan ditemukan oleh Kyai Santiko yang kehilangan lembu. Ternyata lembunya berada dalam goa dan tidak mau keluar lagi karena di dalam goa banyak ditemukan sumber air. (2). Perkembangan obyek wisata Goa Tabuhan dapat dibedakan ke dalam dua tahap yaitu tahap pembangunan dan tahap perkembangan. Tahap pembangunan dimulai sejak tahun 1955, dengan diawali dengan pembebasan tanah di sekitar obyek wisata Goa Tabuhan. Pembangunan terus menerus dilakukan sampai tahun 2000. Tahun 2006 melakukan perbaikan dan penyempurnaan secara fisik. Tahun 2007 anggaran difokuskan pada proyek peningkatan fasilitas obyek wisata dan di tahun 2007 ini adalah tahun dimana ditetapkan sebagai tahun terbanyak jumlah pengunjung yang datang ke obyek wisata Goa Tabuhan ini. Pada tahun 2008 pengembangan terfokus pada operasional pemeliharaan obyek wisata Goa Tabuhan, tetapi pada tahun ini jumlah pengunjung yang datang menurun drastis karena Tsunami di Aceh dan gempa di DIY. Hal menarik pada tahun 2008 ini yakni adanya penelitian dari Prancis. Tahun 2009 pengembangan pembangunan sarana Goa Tabuhan ditingkatkan dengan melebarkan jalan utama menuju goa. (3). Peran Dinas Pariwisata Kabupaten Pacitan dalam mengembangkan obyek wisata Goa Tabuhan diantaranya melakukan pengelolaan dan promosi. (4). Pengaruh yang ditimbulkan dari adanya Obyek Wisata Goa Tabuhan, adanya perubahan dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakattodiantaranya mengubah status sosial masyarakat, membuka peluang usaha di masyarakat dan peningkatan pendapatan

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: D History General and Old World > D History (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah
    Depositing User: Users 867 not found.
    Date Deposited: 22 Jul 2013 20:32
    Last Modified: 22 Jul 2013 20:32
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/8192

    Actions (login required)

    View Item