NVESTIGATION MELALUI HANDS ON ACTIVITIES DAN E- LEARNING DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN GAYA BELAJAR SISWA (Studi Kasus Pada Siswa Kelas X SMA Taruna Nusantara Kabupaten Magelang T.P 2008/2009 Materi Ekosistem)

Riyanti, (2009) NVESTIGATION MELALUI HANDS ON ACTIVITIES DAN E- LEARNING DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN GAYA BELAJAR SISWA (Studi Kasus Pada Siswa Kelas X SMA Taruna Nusantara Kabupaten Magelang T.P 2008/2009 Materi Ekosistem). PhD thesis, Universitas Sebelas Maret .

[img] PDF - Published Version
Download (1743Kb)

    Abstract

    Keberhasilan suatu proses pembelajaran dipengaruhi oleh banyak aspek. Diantaranya adalah gaya belajar, fasilitas yang tersedia, pengaruh iklim kelas, guru, metode pembelajaran dan masih banyak aspek lainnya. Peran guru dalam proses pembelajaran sangat penting. Dalam proses pembelajaran guru tidak semata-mata sebagai pengajar yang melakukan transfer of knowledge, tetapi juga sebagai pendidik yang melakukan transfer of values dan sekaligus sebagai pembimbing yang memberikan pengarahan dan menuntun siswa dalam belajar. Pembelajaran biologi yang banyak berlangsung sekarang ini adalah pembelajaran dengan menyebabkan siswa metode konvensional. Metode konvensional ini kurang terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Menurut Gipps dalam Muijs (2008 : 62) diungkapkan bahwa “metode pengajaran langsung memiliki kelemahan yaitu peran siswa terlalu pasif”. Hal ini menyebabkan ketergantungan siswa yang terlalu tinggi kepada guru dan juga mengakibatkan kurang berkembangnya keterampilan belajar mandiri.Agar pembelajaran di kelas menjadi efektif dan siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran maka perlu dilakukan pengajaran dengan menggunakan metode pengajaran yang tepat. Metode pengajaran yang sedang berkembang sekarang ini adalah metode pembelajaran dimana siswa dituntut untuk membentuk sendiri pengetahuannya. Peran guru dalam proses ini adalah membantu agar proses pembentukan pengetahuan oleh siswa dapat berjalan 1 dengan baik. Penggunaan metode ini menuntut siswa untuk mempertanggungjawabkan pemikirannya, siswa akan terlatih untuk menjadi pribadi yang mengerti, kritis, kreatif dan rasional. Biologi adalah salah satu bagian dari ilmu pengetahuan alam (sains) yang merupakan ilmu yang mempelajari segala aspek yang berkaitan erat dengan mahluk hidup baik bentuk struktur luar (morfologi) dan struktur dalam (anatomi), jaringan pembangun struktur tubuh (histologi) dan kinerja dari sistem tubuh (fisiologi). Biologi juga merupakan ilmu pengetahuan pasti dan dapat diuji kebenarannya. Berbagai cara dilakukan oleh para ilmuwan untuk membuktikan kebenaran biologi. Biologi adalah ilmu yang tidak mudah untuk dipelajari dan dipahami, setiap hari guru biologi ditantang untuk memberikan materi pelajaran secara menarik dan relevan untuk membuat siswa selalu tertarik belajar biologi. Biologi saat ini sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan biologi yang begitu pesat memberikan dampak yang kita rasakan melalui berbagai hasil karya para ilmuwan dalam bidang biologi, misalnya dengan ditemukannnya letak kromosom penyebab penyakit tertentu pada manusia, potong dan sambungkromosom dll. Hal tersebut diatas menggugah para guru untuk dapat merancang dan melaksanakan pendidikan yang lebih terarah kepada penguasaan konsep biologi. Pembelajaran biologi yang selama ini dilakukan adalah guru kurang memperhatikan kreativitas dan gaya belajar siswa. Guru hanya memberikan pelajaran dengan menyamaratakan potensi yang dimiliki oleh siswa terutama kreativitas dan gaya belajar siswa yang menyebabkan siswa-siswa kreatif tidak berkembang potensinya. Selain kreativitas, gaya belajar juga berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Pernyataan yang menyatakan bahwa individu hanya memiliki salah satu karakteristik cara belajar tertentu sehingga tidak memiliki karakteristik cara belajar yang lain belum tentu benar. Pengkategorian ini hanya merupakan pedoman bahwa individu memiliki salah satu karakteristik yang paling menonjol sehingga jika ia mendapatkan rangsangan yang sesuai dalam belajar maka akan memudahkannya untuk menyerap pelajaran. Proses pembelajaran ekologi yang selama ini dilakukan di SMA Taruna Nusantara adalah metode ceramah yang diselingi dengan praktikum. Melalui proses pembelajaran tersebut hasil yang didapat belum dapat membawa siswa mencapai keberhasilan yang diharapkan yaitu nilai rerata di atas 70. Pada tabel 1 ditampilkan nilai asli untuk kompetensi dasar tentang ekosistem, dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) 65. Tabel 1. Hasil ulangan harian kompetensi dasar ekosistem di SMA Taruna NusantaraTahun pelajaran Nilai tertinggi Nilai terendah Rata-rata 2005/2006 93.2 27.1 63.61 2006/2007 100 20 74.92 2007/2008 95.7 32.9 69.1 Berangkat dari fakta diatas, salah satu penyelesaian untuk meningkatkan prestasi belajar biologi adalah dengan mengembangkan suatu metode pembelajaran yang akan melibatkan siswa secara aktif dengan memperhatikan kreativitas dan gaya belajarnya. Pembelajaran mengenai ekosistem yang dilakukan selama ini dengan metoda konvensional kurang menunjukkan hasil yang diharapkan yaitu siswa mampu mendeskripsikan peran komponen ekosistem dalam aliran energi dan daur biogeokimia serta pemanfaatan komponen ekosistem bagi kehidupan. Agar tujuan pembelajaran mencapai sasaran dengan baik seperti tercantum dalam kurikulum, diusahakan untuk menggunakan model pembelajaran yang sesuai. Dalam proses pembelajaran biologi siswa diharapkan tidak hanya menghafal materi pelajaran tetapi siswa mampu memahami konsep biologi melalui pendekatan keterampilan proses. Pendekatan IPA adalah pendekatan keterampilan proses yang menekankan pada keterampilan memperoleh pengetahuan dan mengkomunikasikan hasilnya. Hal ini berarti bahwa proses belajar mengajar IPA tidak hanya berlandaskan pada teori pembelajaran perilaku, tetapi lebih menekankan pada prinsip-prinsip belajardari teori kognitif. Namun kenyataan dilapangan proses belajar mengajar masih didominasi metode konvensional. Salah satu metode yang berdasarkan keterampilan proses adalah metode Group Investigation (GI). Dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation diharapkan dapat terjadi interaksi aktif antara siswa baik secara fisik, intelektual dan emosional. Dengan segala perbedaan yang ada pada siswa, mereka dapat saling membantu dengan saling berdiskusi, bekerja sama dan saling melengkapi kekurangan masing-masing dalam memahami pokok bahasan ekosistem. Menurut Slavin (2004 : 41) “terdapat dasar teoritis yang kuat untuk memprediksi bahwa metode pembelajaran kooperatif yang menggunakan tujuan kelompok dan tanggung jawab individual akan meningkatkan pencapaian prestasi siswa”. Siswa belajar IPA lebih baik ketika konsep sains diajarkan dengan pendekatan keterampilan proses diantaranya dengan model e-Learning dan hands on activities. Dengan metode hands on activities dalam pembelajaran biologi siswa dibawa ke keadaan di mana siswa dapat melihat dan menyentuh apa yang dipelajarinya. Hands on activities adalah suatu model yang dirancang untuk melibatkan siswa dalam menggali informasi dan bertanya, beraktivitas dan menemukan, mengumpulkan data dan menganalisis serta membuat kesimpulan sendiri. Siswa diberi kebebasan dalam mengkonstruk pemikiran dan temuan selama melakukan aktivitas sehingga siswa menyenangkan dan dengan motivasi yang tinggi. melakukan tanpa beban,Pembelajaran e-Learning salah satunya adalah dengan menggunakan internet. melalui e-Learning siswa dapat melakukan distance learning (pembelajaran jarak jauh), berdiskusi dengan orang lain atau pakar dalam bidang tertentu, saling memberikan masukan, mendapatkan materi, mengirimkan tugas dengan mudah, mengetahui perkembangan pendidikan selain itu siswa dapat belajar dari manapun tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Bahan-bahan dari internet lebih lengkap dan menarik serta masih banyak lagi manfaat lainnya. Kedua aktivitas ini akan membuat siswa memahami tentang konsep biologi dan lebih tertarik serta terinspirasi untuk belajar biologi. Selain metode pembelajaran, media juga sangat penting dalam proses pembelajaran. Fungsi dari media adalah pada awalnya adalah sebagai alat bantu visual, yaitu sarana yang dapat memberikan pengalaman visual kepada siswa. Salah satu peranan media adalah untuk membuat konkrit konsep yang abstrak. Guru dituntut untuk memilih media yang cocok untuk setiap materi pelajaran yang akan disampaikan. Media cetak yang selama ini dipilih untuk membantu proses pembelajaran menyebabkan kurangnya minat siswa dalam membaca dan mempelajari materi pelajaran. Untuk memperjelas materi serta membuat siswa menjadi tertarik terhadap materi pelajaran yang akan disampaikan, guru dapat mempergunakan media komputer dan media 3 dimensi. Selain metode dan media, kreativitas belajar yang dimiliki oleh siswa menurut para ahli pendidikan dan psikologi amat penting untuk keberhasilan belajar. “Kreativitas dalam proses belajar mengajar merupakan proses belajar mengajar dimana siswa berusaha untuk menemukan hubungan-hubungan baru, mendapatkan jawaban, metoda atau cara baru dalam memecahkan suatu masalah” (Utami Munandar, 1984 : 10). Selain kreativitas, gaya belajar siswa juga harus diperhatikan dalam proses pembelajaran. Setiap manusia memiliki gaya belajar yang unik. Guru harus memperhatikan apakah siswa paling efektif belajar dengan melihat (visual), mendengar (Auditorial) atau bergerak dan menyentuh (kinestetik). Materi ekosistem di kelas X diantaranya adalah rantai makanan, jaring- jaring makanan, piramida energi, dan daur biogeokimia adalah materi yang perlu untuk diimplementasikan dalam kehidupan nyata. Untuk itu diperlukan metoda pembelajaran yang tepat dalam proses belajar mengajar. Dengan menggunakan pembelajaran hands on activities dan e-Learning diharapkan dapat memberikan suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk siswa.

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education
    Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Pendidikan Sains
    Depositing User: neno sulistiyawan
    Date Deposited: 22 Jul 2013 19:11
    Last Modified: 22 Jul 2013 19:11
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/8159

    Actions (login required)

    View Item