HUBUNGAN KECERDASAN SPIRITUAL DAN MOTIVASI BELAJARDENGAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS VIII MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI KABUPATEN SUKOHARJO

Roftah, SIti (2010) HUBUNGAN KECERDASAN SPIRITUAL DAN MOTIVASI BELAJARDENGAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS VIII MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI KABUPATEN SUKOHARJO. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (877Kb)

    Abstract

    Pendidikan adalah usaha sadar yang terencana, terprogram dan berkesinambungan dalam upaya menumbuhkembangkan kemampuan peserta didik secara optimal, baik aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik. Pendidikan merupakan kebutuhan vital bagi pembentukan generasi yang cerdas, cakap dan siap menghadapi tantangan zaman. Generasi yang tidak hanya cakap dalam pengetahuan dan teknologi, namun juga beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlaq mulia. Dalam mencapai tujuan pendidikan, perlu diupayakan suatu sistem pendidikan yang mampu mengoptimalkan kecerdasan, membentuk kepribadian dan ketrampilan bagi peserta didik yang unggul, yakni manusia yang kreatif, cakap, terampil, jujur dan bertanggung jawab serta memiliki solidaritas sosial yang tinggi. Saat ini sekolah yang berwawasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berkembang pesat. Namun pendidikan keimanan, ketaqwaan, dan akhlaq commit to user seringkali kurang mendapatkan perhatian. Kalau kita cermati dengan adanya Ujian Nasioanl di Indonesia, seolah olah menjadi momok bagi para guru dan siswa sehingga mereka mengejar materi pembelajaran umum dan kurang memperhatikan pelajaran agama. Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita adalah masalah emahnya proses pembelajaran . Dalam proses pembelajaran seringkali anak didik kurang didorong untuk memahami informasi yang diterima, mereka lebih cenderung menghafal informasi sehingga mereka kurang bisa mengembangkan kemampuan diri dalam memahami dan mengolah informasi. Akibatnya ketika anak didik lulus sekolah , mereka pintar secara teoritis tetapi mereka kurang bisa mengaplikasikan teori teori yang diperolehnya. Pembelajaran yang berkualitas menuntut keefektifan dan efisiensi dalam penyelenggaraanya. Keefektifan dan keefisienan menggunakan ukuran-ukuran berdasarkan kualitas tertentu. Menurut Undang- undang no. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa : Pendidikan adalah suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujukan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan , pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, aklak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya , masyarakat, bangsa dan Negara. ( Fatah Syukur, 2008 : 13 ). Terdapat beberapa hal yang sangat penting untuk kita kritisi dari konsep pendidikan menurut undang undang yang perlu kita pahami . “Pertama pendidikan adalah usaha sadar yang terencana dan berkesinambungan, hal ini berarti bahwa semua proses kegiatan yang dilakukan baik oleh guru maupun siswa, haruslah diarahkan kepada pencapaian tujuan yang telah ditentukan, dan bukanlah proses yang asal asalan. Kedua , proses pendidikan yang terencana itu diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran . Hal ini berarti pendidikan haruslah memperhatikan proses belajar, dan tidak semata mata mengejar hasil belajar, tapi keduanya haruslah seimbang, yaitu bagaimana memperoleh hasil belajar dengan memperhatikan proses belajar yang terjadi pada anak..............................

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Teknologi Pendidikan
    Depositing User: Ardhi Permana Lukas
    Date Deposited: 22 Jul 2013 18:32
    Last Modified: 22 Jul 2013 18:32
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/8116

    Actions (login required)

    View Item