KONSTRUKSI PARATAKSIS DALAM KALIMAT MAJEMUK BAHASA INDONESIA

Nurdiyani, Netty (2008) KONSTRUKSI PARATAKSIS DALAM KALIMAT MAJEMUK BAHASA INDONESIA. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (641Kb)

    Abstract

    Konstruksi parataksis terdapat dalam kalimat majemuk bahasa Indonesia a. Konstruksi parataksis dalam strukturnya dapat merupakan gabungan dari klausa-klausa independen. Masing-masing klausa merupakan bagian yang terpisah satu dengan yang lainnya. b. Sebuah kalimat yang berkonstruksi parataksis dapat terdiri dari dua buah klausa atau lebih. Apabila jumlah klausa lebih dari dua, maka relasi antara klausa terakhir dan klausa sebelumnya tidak berkonstruksi parataksis. Hubungan keduanya menggunakan konjungsi yang menandai makna kalimat. c. Pada umumnya konstruksi parataksis dalam kalimat bahasa Indonesia memiliki pola yang setara. Fungsi konstituen pada klausa kedua setara dengan fungsi jabatan pada klausa pertama. Namun demikian, pola-pola kalimat majemuk koordinatif pada akhir-akhir ini memiliki/menunjukkan pola kalimat yang lebih kompleks dibandingkan dengan pola-pola kalimat majemuk koordinatif yang pernah dipelajari. Susunan kesetaraan tersebut dapat pula berupa gabungan klausa-klausa subordinatif yang membentuk konstruksi parataksis. d. Di dalam konstruksi parataksis, kadang-kadang juga dijumpai pelesapan fungsi-fungsi satuan kalimat. Pelesapan itu dapat terjadi pada subjek, predikat, dan objek. Pelesapan subjek dilakukan pada subjek yang koreferensial dengan subjek yang mendahului. Dengan kata lain, pelesapan subjek dilakukan apabila subjek pada klausa-klausa itu sama. Pelesapan predikat atau verba dilakukan apabila predikat antara yang satu dan yang lainnya sama. Pelesapan predikat dilakukan pada verba yang kedua apabila verba itu menunjukkan ciri yang sama. Pelesapan objek juga dijumpai dalam konstruksi parataksis. Pelesapan objek dilakukan pada klausa pertama. Ini dapat dilakukan apabila objek itu juga sama. Apabila subjek, predikat, dan objek itu tidak sama, atau tidak koreferensial dengan subjek, predikat, dan objek yang lain, maka pelesapan itu tidak dapat dilakukan. 2.a Sebuah konstruksi parataksis memiliki makna. Kemaknaan konstruksi ini diketahui setelah dilakukan pengisian unsur konjungsi di antara klausaklausa yang membentuk kalimat itu. Sebuah kalimat yang berkonstruksi parataksis dapat menimbulkan dua makna yang berbeda. Hal ini bergantung pada macam konjungsi yang disisipkannya. Apabila di antara klausa tersebut dapat disisipkan dua macam konjungsi yang mengacu kepada bentuk koordinatif maupun subordinatif, maka konstruksi tersebut dapat membentuk kalimat majemuk koordinatif maupun subordinatif. b. Umumnya konstruksi parataksis dijumpai pada kalimat majemuk koordinatif. Namun demikian, dalam analisis, dijumpai pula beberapa data yang menunjukkan bahwa konstruksi parataksis tersebut terdapat pada kalimat majemuk subordinatif. Konstruksi parataksis dalam kalimat majemuk subordinatif hanya dijumpai pada beberapa susunan yang menggungkapkan makna tertentu. c. Pembalikan unsur klausa dalam konstruksi parataksis dapat dijumpai pada sebagian konstruksi yang mengungkapkan makna tertentu (menggunakan konjungsi tertentu saja), misalnya untuk mengungkapkan makna hubungan sebab dan hubungan waktu.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Linguistik - S2
    Depositing User: Users 837 not found.
    Date Deposited: 25 Jul 2013 22:28
    Last Modified: 25 Jul 2013 22:28
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/8068

    Actions (login required)

    View Item