PEMAKAIAN BAHASA JAWA OLEH SANTRI PONDOK PESANTREN DARUSY SYAHADAH KABUPATEN BOYOLALI (SUATU KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)

WIRATNO, (2011) PEMAKAIAN BAHASA JAWA OLEH SANTRI PONDOK PESANTREN DARUSY SYAHADAH KABUPATEN BOYOLALI (SUATU KAJIAN SOSIOLINGUISTIK). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (883Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Wiratno. C0105052. 2011. Pemakaian Bahasa Jawa oleh Santri Pondok Pesanten Darusy Syahadah Kabupaten Boyolali. (Suatu Kajian Sosiolinguistik), Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu: 1) Bagaimanakah bentuk pemakaian bahasa oleh santri Ponpes Darusy Syahadah, 2) Faktor apa saja yang melatarbelakangi pemakaian bahasa Jawa oleh santri Ponpes Darusy Syahadah?, 3) Bagaimanakah fungsi pemakaian bahasa Jawa oleh santri Ponpes Darusy Syahadah? Tujuan penelitian adalah 1) Mendeskripsikan bentuk ragam bahasa oleh santri Ponpes Darusy Syahadah meliputi, alih kode, campur kode, interferensi, ragam bahasa Jawa. 2) Menentukan faktor apa saja yang melatarbelakangi pemakaian bahasa Jawa Ponpes Darusy Syahadah. 3) Mendeskripsikan fungsi pemakaian bahasa Jawa oleh Santri Ponpes Darusy Syahadah. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan data-data lisan kebahasaan berdasarkan bentuk dan maknanya. Data dalam penelitian ini berupa kalimat yang mengandung Alih kode, campur kode, dan interferensi. Sumber data berasal dari informan yang memenuhi kriteria yang ditetapkan. Penyediaan data dengan metode simak, teknik dasar dengan memakai teknik sadap.Teknik lanjutan: 1) Teknik Simak Libat Cakap 2) Teknik Bebas Libat Cakap, 3) Teknik Rekam, 4) Teknik catat. Dari hasil rekam kemudian data di transkrip kedalam bentuk tulisan. Teknik analisis dengan menggunakan metode distribusional dan metode padan. Dari hasil analisis ditemukan: 1. Bentuk pemakaian bahasa Jawa yang berupa 1). Alih kode external dari bahasa Jawa menjadi bahasa Arab dan sebaliknya. Alih kode internal berupa bahasa Jawa menjadi bahasa Indonesia dan sebaliknya, serta antar ragam bahasa Jawa (ngoko ke krama dan sebaliknya). 2). Campur kode bahasa Indonesia dalam bahasa Jawa; “lima waktu”. Campur kode bahasa Arab dalam bahasa Jawa; “dinul Islam”. Campur kode bahasa Inggris dalam bahasa Jawa; “global warming”. 3). Interferensi dari bahasa Indonesia; “dithuthoklah” Interferensi dari bahasa Arab; “syariat”. Interferensi dari Bahasa Inggris; “moderen”. Wujud tingkat tutur bahasa Jawa ragam ngoko,madya dan krama. 2. Faktor yang menjadi sebab pemakian bahasa Jawa dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu, (1) penutur atau orang pertama, (2) mitra tutur atau orang kedua, (3) pokok pembicaraan atau topik, (4) untuk membangkitkan rasa humor, (5) keinginan untuk menjelaskan, (6) sebagai rasa hormat dan kesantunan berbahasa. 3. Fungsi dari pemakaian bahasa Jawa antara lain, (1) untuk menghormati mitra tutur, (2) untuk menunjukkan status sosial atau menempatkan dalam hierarkhi status sosial penutur, dan (3) mengubah dari ragam resmi menjadi ragam santai.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: P Language and Literature > PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Sastra Daerah
    Depositing User: Fairly Okta'mal
    Date Deposited: 22 Jul 2013 18:21
    Last Modified: 22 Jul 2013 18:21
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/8064

    Actions (login required)

    View Item