HUBUNGAN PERLAWANAN DALAM KALIMAT MAJEMUK SETARA BAHASA INDONESIA

DWI ZOELVIAWATI, BETARI (2008) HUBUNGAN PERLAWANAN DALAM KALIMAT MAJEMUK SETARA BAHASA INDONESIA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret Surakarta .

[img] PDF - Published Version
Download (1150Kb)

    Abstract

    Permasalahan dalam penelitian ini meliputi tiga hal: (1) bagaimana cara mengidentifikasi koordinator yang digunakan sebagai penanda hubungan perlawanan dalam kalimat majemuk setara bahasa Indonesia?, (2) bagaimana makna antonimi yang terdapat dalam kalimat majemuk setara bahasa Indonesia yang menyatakan hubungan perlawanan?, dan (3) bagaimanakah perbedaan makna koordinator- koordinator yang digunakan dalam hubungan perlawanan antarklausa dalam kalimat majemuk setara bahasa Indonesia? Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan identifikasi koodinator yang digunakan sebagai penanda hubungan perlawanan dalam kalimat majemuk setara bahasa Indonesia, (2) mendeskripsikan makna antonimi dalam kalimat majemuk setara bahasa Indonesia yang menyatakan hubungan perlawanan, dan (3) mendeskripsikan makna perbedaan koordinator-koordinator yang digunakan sebagai penanda hubungan perlawanan dalam kalimat majemuk setara bahasa Indonesia. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Bentuk penelitiannya adalah deskriptif. Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode simak. Teknik pengumpulan data memakai teknik pustaka. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan sintaksis. Metode analisis yang dipakai adalah metode distribusional. Simpulan penelitian ini mencakup tiga hal. Pertama, hubungan perlawanan ditandai dengan koordinator tapi, tetapi, akan tetapi, namun, melainkan, sedang, sedangkan, dan padahal. Kedua, koordinator-koordinator sebagai penanda hubungan perlawanan antarklausa memiliki makna oposisi yang berbeda-beda. Makna oposisi tersebut antara lain: (a) oposisi mutlak yaitu perlawanan makna secara mutlak, (b) oposisi kutub yaitu perlawanan makna yang tidak mutlak, tetapi bersifat gradasi, (c) oposisi hubungan yaitu oposisi yang bersifat saling melengkapi, (d) oposisi hirarkial yaitu oposisi makna yang menyatakan deret tingkatan, dan (e) oposisi majemuk yaitu oposisi makna yang terjadi pada beberapa kata. Ketiga, koordinator-koordinator tersebut memiliki perbedaan makna perlawanan. Koordinator yang menandai hubungan makna perlawanan dalam kalimat majemuk setara bahasa Indonesia dapat dibedakan menjadi empat golongan makna, yakni (a) perlawanan yang menyatakan opositif yaitu makna perlawanan dalam arti yang sesungguhnya, (b) perlawanan yang menyatakan kontrastif yaitu makna perlawanan yang tidak saling berlawanan, melainkan berbeda arti, (c) perlawanan yang menyatakan limitatif yaitu makna perlawanan yang membatasi isi dari salah satu klausa utamanya, dan (d) perlawanan yang menyatakan implikatif yaitu klausa kedua menyatakan sesuatu yang merupakan perlawanan terhadap implikasi klausa pertama.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Sastra Indonesia
    Depositing User: Riza Umami Nur K
    Date Deposited: 22 Jul 2013 17:10
    Last Modified: 22 Jul 2013 17:10
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/7900

    Actions (login required)

    View Item