PUISI BIMA, SAUDARA KEMBAR, TELINGA, DAN DEWA RUCI: Tinjauan Semiotik Riffaterre

SETYANA, AGUS (2009) PUISI BIMA, SAUDARA KEMBAR, TELINGA, DAN DEWA RUCI: Tinjauan Semiotik Riffaterre. Other thesis, Universitas Sebelas Maret Surakarta .

[img] PDF - Published Version
Download (1477Kb)

    Abstract

    Permasalahan yang dianalisis dalam penelitian ini yaitu (1) bagaimana gambaran unsur-unsur yang membangun puisi Bima, Saudara Kembar, Telinga, dan Dewa Ruci? (2) Bagaimana hubungan intertekstual atau hipogramatik puisi Bima, Saudara Kembar, Telinga, dan Dewa Ruci dengan cerita Dewaruci? (3) Bagaimana deskripsi makna kehadiran tokoh Bima yang dikandung puisi Bima, Saudara Kembar, Telinga, dan Dewa Ruci? Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan unsur-unsur yang membangun puisi Bima, Saudara Kembar, Telinga, dan Dewa Ruci. (2) Mengungkapkan hubungan intertekstual atau hipogramatik puisi Bima, Saudara Kembar, Telinga, dan Dewa Ruci dengan cerita Dewaruci. (3) Mendeskripsikan makna kehadiran tokoh Bima dalam puisi Bima, Saudara Kembar, Telinga, dan Dewa Ruci. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan jenis penelitian yang bersifat deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah puisi-puisi pilihan yang menghadirkan tokoh Bima, yaitu puisi Bima, Saudara Kembar, Telinga, dan Dewa Ruci. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pustaka. Teknik analisis data dalam penelitian ini melalui tahapan pengumpulan data, tahap analisis, dan tahap melaporkan. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur yang membangun puisi Bima, Saudara Kembar, Telinga, dan Dewa Ruci yaitu baris, bait, rima, tipografi, dan bunyi yang tersusun dalam bentuk kata-kata, serta arti atau makna, tema, asosiasi-asosiasi, citra, dan emosi. Puisi Bima, Saudara Kembar, Telinga, dan Dewa Ruci merupakan pengejawantahan yang kreatif dari cerita Dewaruci. Cerita Dewaruci menjadi hipogram dari puisi Bima, Saudara Kembar, Telinga, dan Dewa Ruci. Keempat puisi yang menghadirkan tokoh Bima mengikuti hipogramnya yaitu cerita Dewaruci, kecuali pada puisi berjudul Bima karya Subagio Sastrowardoyo yang menentang hipogramnya. Makna kehadiran tokoh Bima, Bima, Saudara Kembar, Telinga dan Dewa Ruci adalah sebagai gambaran manusia biasa, pengingat dan teladan, serta wujud kebesaran Tuhan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Depositing User: Riza Umami Nur K
    Date Deposited: 22 Jul 2013 17:04
    Last Modified: 22 Jul 2013 17:04
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/7887

    Actions (login required)

    View Item