EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN STRUKTURAL “THINK-PAIR-SHARE” PADA POKOK BAHASAN SEGITIGA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 WONOSARI TAHUN PELAJARAN 2006/2007

Yanti, Aprilina (2010) EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN STRUKTURAL “THINK-PAIR-SHARE” PADA POKOK BAHASAN SEGITIGA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 WONOSARI TAHUN PELAJARAN 2006/2007. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (248Kb)

    Abstract

    Dalam pembelajaran konvensional, kegiatan proses belajar mengajar didominasi oleh guru, siswa hanya duduk mendengarkan, meniru pola-pola yang diberikan guru, mencontoh cara-cara guru menyelesaikan soal-soal yang pada akhirnya dapat membuat siswa menjadi pasif dan merasa kesulitan ketika dihadapkan pada soal-soal yang agak sulit atau berbeda dari contoh. Hal inilah salah satu penyebab siswa mengalami kesulitan belajar matematika. Oleh karena itu diperlukan pemilihan metode pembelajaran baru sebagai pengganti metode konvensional untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran matematika di kelas. Salah satu metode pembelajaran yang perlu dipertimbangkan adalah belajar kooperatif karena pengetahuan matematika bukanlah sesuatu yang dimiliki, melainkan suatu aktivitas yang dilakukan. Siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep-konsep yang sulit apabila mereka dapat saling mendiskusikan konsep-konsep itu dengan temannya. Kenyataan di lapangan sebagian besar siswa lebih suka menanyakan apa yang kurang dipahami pada suatu materi pelajaran dengan teman yang dianggapnya lebih bisa dari padadengan gurunya. Hal ini akan lebih baik lagi jika dalam proses pembelajaran dilibatkan interaksi sosial antar siswa itu sendiri. Salah satu model pembelajaran kooperatif yang melibatkan interaksi sosial antar siswa adalah “Think-Pair-Share”. Dalam struktur pembelajaran ini, siswa dituntut aktif sekelompoknya. Dengan struktur pembelajaran ini, siswa harus selalu aktif mengerjakan tugas yang diberikan guru karena akan digunakan dalam diskusi kelompok. Selain itu siswa juga harus rajin mempelajari materi yang akan datang di rumah karena sebagai dasar mengerjakan tugas yang diberikan guru. Sehingga dengan keaktifan tersebut siswa akan mendapatkan prestasi belajar yang baik. Keberhasilan proses belajar mengajar selain dipengaruhi oleh metode pengajaran juga dapat dipengaruhi hal lain, diantaranya motivasi belajar siswa. Motivasi belajar diperlukan dalam proses belajar mengajar karena dengan adanya motivasi, seorang siswa akan tergerak untuk melakukan kegiatan belajar. Motivasi belajar memegang peranan yang penting dalam memberikan semangat dalam belajar, sehingga siswa yang bermotivasi kuat memiliki energi yang banyak untuk mencapai prestasi yang tinggi. Adanya motivasi yang tinggi dalam diri siswa untuk belajar merupakan syarat agar siswa oleh dirinya sendiri untuk mengatasi segala kesulitan dalam belajar. Siswa dengan motivasi belajar yang tinggi diharapkan akan memiliki prestasi belajar matematika yang baik, karena ia akan berusaha mengatasi segala kesulitan dalam belajar untuk mencapai hal yang diingikannya. Namun dalam kenyataannya masih ada siswa yang memiliki motivasi belajar yang rendah. Mereka kurang senang dengan matematika sehingga mereka tidak termotivasi untuk belajar matematika apalagi mengerjakan tugas dari guru. Sehingga hal ini akan menyebabkan prestasi belajar matematika akan menjadi rendah.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education
    Q Science > QA Mathematics
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Matematika
    Depositing User: Andika Setiawan
    Date Deposited: 22 Jul 2013 16:51
    Last Modified: 22 Jul 2013 16:51
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/7863

    Actions (login required)

    View Item