EFEK PEMBERIAN MADU TERHADAP KERUSAKAN SEL HEPAR MENCIT (Mus musculus) AKIBAT PAPARAN PARASETAMOL

As'ari, Hasan (2009) EFEK PEMBERIAN MADU TERHADAP KERUSAKAN SEL HEPAR MENCIT (Mus musculus) AKIBAT PAPARAN PARASETAMOL. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (213Kb)

    Abstract

    Hasan As’ari, G0006090, 2009, Efek Pemberian Madu Terhadap Kerusakan Sel Hepar Mencit (Mus Musculus) Akibat Paparan Parasetamol. Skripsi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Tujuan penelitian. Madu mengandung antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas dan mengurangi terbentuknya NAPQI sebagai hasil dari metabolisme parasetamol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian madu terhadap kerusakan sel hepar mencit akibat paparan parasetamol dan peningkatan dosis madu dapat meningkatkan efek proteksinya terhadap kerusakan sel hepar mencit akibat paparan parasetamol. Metode penelitian. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik dengan post test only controlled group design. Sampel berupa mencit (Mus musculus) jantan, galur Swiss webster berumur 2-3 bulan dengan berat badan + 20 gr. Sampel sebanyak 28 ekor dibagi dalam 4 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 7 ekor mencit. Teknik sampling yang dipakai adalah accidental sampling. Kelompok kontrol (K), mencit diberi aquades 0,2 ml peroral perhari selama 14 hari. Kelompok perlakuan 1 (PI), mencit diberi aquades 0,2 ml peroral perhari selama 14 hari dan parasetamol dosis 0,1 ml/20 gr BB mencit pada hari ke-12, 13 dan 14. Kelompok perlakuan 2 (PII), mencit diberi madu dosis 0,04 ml/20 gr BB mencit selama 14 hari dan parasetamol dosis 0,1 ml/20 gr BB mencit pada hari ke- 12, 13 dan 14. Kelompok perlakuan 3 (PIII), mencit diberi madu dosis 0,08 ml/20 gr BB mencit dan parasetamol dosis 0,1 ml/20 gr BB mencit pada hari ke-12, 13 dan 14. Hari ke-15, mencit dikorbankan dengan cara neck dislocation kemudian organ hepar diambil dan dibuat preparat dengan metode blok parafin dan pengecatan Hematoksilin Eosin (HE). Gambaran histologis hepar diamati dan dinilai berdasarkan kerusakan histologis yang berupa inti pyknosis, karyorrhexis, dan karyolysis, dimana dari setiap jenis kerusakan ini, masing-masing diberi skor 1. Data dianalisis dengan menggunakan uji One-Way ANOVA (α = 0,05) dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc Multiple Comparisons (LSD) (α = 0,05). Hasil penelitian. Hasil uji Oneway ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara keempat kelompok perlakuan. Hasil uji Post Hoc menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara P I-K, P I-P II, P II-K, P II-P III, PIII-K dan menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna antara kelompok P I-P III. Simpulan penelitian. Madu dapat mengurangi kerusakan sel hepar mencit (Mus musculus) akibat paparan parasetamol tetapi pada peningkatan dosis madu yang melebihi dosis tertentu, tidak meningkatkan efek proteksinya terhadap kerusakan sel hepar mencit. Kata kunci: madu, parasetamol, kerusakan sel hepar

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: Muhammad Yahya Kipti
    Date Deposited: 22 Jul 2013 16:31
    Last Modified: 22 Jul 2013 16:31
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/7839

    Actions (login required)

    View Item