Identifikasi dan peranan sektor pertanian dalam pembangunan wilayah di kabupaten kudus

Saraswati , Linda (2008) Identifikasi dan peranan sektor pertanian dalam pembangunan wilayah di kabupaten kudus. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF
Download (364Kb)

    Abstract

    Linda Saraswati H0302062. 2008. Skripsi dengan Judul ”Identifikasi Dan Peranan Sektor Pertanian Dalam Pembangunan Wilayah di Kabupaten Kudus”. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor yang menjadi sektor basis di Kabupaten Kudus, mengetahui posisi sektor pertanian dan sub sektor pertanian di Kabupaten Kudus untuk masa yang akan datang, mengetahui perubahan posisi sektor pertanian dan sub sektor pertanian di Kabupaten Kudus dan mengetahui peranan sektor pertanian dalam perekonomian di Kabupaten Kudus dilihat dari angka pengganda pendapatan dan angka pengganda tenaga kerja yang diberikan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Lokasi penelitian diambil secara sengaja (purposive), yaitu Kabupaten Kudus. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari BPS Kabupaten Kudus, BAPPEDA Kabupaten Kudus dan Dinas Pertanian Kabupaten Kudus. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Location Quoient (LQ), analisis Dynamic Location Quotient (DLQ), analisis gabungan LQ dan DLQ serta efek pengganda pendapatan dan efek pengganda tenaga kerja. Hasil penelitian yang didapat adalah : selama tahun 2000-2004 sektor pertanian merupakan sektor non basis di Kabupaten Kudus. Sub sektor tabama, tanaman perkebunan dan peternakan merupakan sub sektor basis, sedangkan sub sektor kehutanan dan perikanan merupakan sub sektor non basis. Dengan analisis Dynamic Location Quotient (DLQ) menunjukkan bahwa sektor pertanian mampu diharapkan untuk menjadi sektor basis di masa yang akan datang. Sub sektor tanaman perkebunan, peternakan dan perikanan mampu diharapkan untuk menjadi sub sektor basis di masa yang akan datang, sedangkan sub sektor tabama dan kehutanan tidak bisa diharapkan untuk menjadi sub sektor basis di masa yang akan datang. Berdasarkan analisis gabungan LQ dan DLQ, sektor pertanian mengalami perubahan posisi dari non basis menjadi basis.sub sektor tabama mengalami perubahan posisi dari basis menjadi non basis, sedangkan perikanan mengalami perubahan dari non basis menjadi basis. Kontribusi tertinggi sektor pertanian selama tahun 2000-2004 dilihat dari angka pengganda pendapatan sebesar 30,23 yaitu pada tahun 2003, sedangkan kontribusi sektor pertanian tertinggi jika dilihat dari angka pengganda tenaga kerja sebesar 6,19 yaitu pada tahun 2004.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian > Agribisnis
    Depositing User: Afif Wandala
    Date Deposited: 22 Jul 2013 17:01
    Last Modified: 22 Jul 2013 17:01
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/7821

    Actions (login required)

    View Item