ISTILAH-ISTILAH JAMU TRADISIONAL JAWA DI KABUPATEN SUKOHARJO (SUATU KAJIAN ETNOLINGUISTIK)

Juhartiningrum, Eko (2010) ISTILAH-ISTILAH JAMU TRADISIONAL JAWA DI KABUPATEN SUKOHARJO (SUATU KAJIAN ETNOLINGUISTIK). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1228Kb)

    Abstract

    Eko Juhartiningrum, C0104008. 2010. Istilah-istilah Jamu Tradisional Jawa di Kabupaten Sukoharjo (Suatu Kajian Etnolinguistik). Skripsi: Jurusan Sastra Daerah Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian, yaitu (1) bagaimanalah bentuk istilah Jamu Tradisional Jawa di Kabupaten Sukoharjo? (2) bagaimanakah makna leksikal dan makna kultural dari istilah Jamu Tradisional Jawa di Kabupaten Sukoharjo? Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan bentuk istilah-istilah Jamu Tradisional Jawa (2) mendeskripsikan makna istilah-istilah Jamu Tradisional Jawa. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif artinya data yang di analisis dan hasilnya berupa deskriptif bukan angka. Data tulis dan lisan: Data lisan sebanyak 12 data tulis sebanyak 29. Data dalam penelitian ini berupa istilah- istilah jamu tradisional Jawa di Kabupaten Sukoharjo, sumber data lisan berasal dari informan yang terpilih, sumber data tulis berasal dari buku Hidup Sehat Bersama Jamu Putri Gunung Jati (buku panduan diagnosa dasar praktis penyakit manusia). Contoh data seperti; suruh, sinom, bajaya, galing, beras kencur, kunir asem, lenggang jaya, lancar seni. Pengumpulan data menggunakan metode simak, yaitu metode pengumpulan data dengan jalan menyimak penggunaan bahasa yang berlangsung dalam masyarakat, teknik dasar yang dipakai adalah (a) teknik sadap, yaitu menyadap pemakaian bahasa di masyarakat sekitar, guna mendapatkan data dari informan secara spontan dan wajar. (b) Teknik simak libat cakap atau wawancara, yaitu dapat dilakukan pertama-tama dengan berpartisipasi sambil menyimak dalam pembicaraan sehingga terlibat langsung dalam pembicaraan atau dialog. Di samping itu, peneliti memperhatikan penggunaan bahasa lawan bicaranya dengan aktif. (c) Teknik catat atau pustaka, yaitu menggunakan data dari sumber tertulis seperti majalah, buku, artikel dan sebagainya. Analisis data menggunakan metode distribusional dan padan, Metode distribusional digunakan untuk menganalisis bentuk monomorfemis dan polimorfemis dari istilah-istilah jamu tradisional Jawa, sedangkan metode padan digunakan untuk menganalisis makna leksikal dan makna kultural. Metode penyajian data menggunakan metode deskriptif, formal dan informal. Dari hasil analisis ini dapat disimpulkan, sebagai berikut. (1) bentuk istilah-istilah jamu tradisional Jawa terdapat dua temuan bentuk yaitu bentuk monomorfemis berjumlah 18 dan bentuk polimorfemis berjumlah 23. (2) makna yang terdapat dalam jamu tradisional Jawa yaitu makna leksikal dan makna kultural. Makna leksikal makna unsur-unsur bahasa sebagai lambang benda, peristiwa dsb. Dalam bentuk polimorfemis muncul makna gramatikal yaitu makna yang timbul akibat proses gramatis yang ditandai oleh afiksasi dan pemajemukan. Makna kultural makna yang dimiliki oleh masyarakat dan berhubungan dengan masyarakat.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Sastra Daerah
    Depositing User: AB Kusuma
    Date Deposited: 22 Jul 2013 18:13
    Last Modified: 22 Jul 2013 18:13
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/7735

    Actions (login required)

    View Item