DINAMIKA POLITIK PARTAI GOLKAR 1998-2004

JATMIKO, BRIAN ANDRY (2010) DINAMIKA POLITIK PARTAI GOLKAR 1998-2004. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (3084Kb)

    Abstract

    Brian Andry Jatmiko. K4406012. DINAMIKA POLITIK PARTAI GOLKAR 1998-2004. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Agustus 2010. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan: (1) Strategi politik Partai Golkar pasca Munaslub 1998, (2) Konflik internal dan eksternal Partai Golkar, (3) Dampak konflik terhadap perolehan suara Partai Golkar pada Pemilu 2004. Penelitian ini menggunakan metode historis. Sumber data yang digunakan adalah sumber surat kabar yang terbit pada tahun 1998-2000-an, diantaranya adalah Kompas, Jawa Pos, Media Indonesia, Gatra, Tempo, Republika. Buku- buku literature yang digunakan antara lain: The Golkar Way, karangan Akbar Tandjung; Menggugat Kemandirian Golkar, karangan Andreas Pandiangan; Dari Beringin Ke Beringin, karangan Umar Ibn Alkhatab; Golkar Retak ? ,karangan Bimo Nugroho; Akbar Tandjung dan Partai Golkar Era Reformasi, karangan Kholid Novianto. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis historis, yaitu analisa yang mengutamakan ketajaman dalam mengolah suatu data sejarah. Prosedur penelitian dengan melalui empat tahap kegiatan yaitu: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Golkar menjadi kendaraan politik yang efektif bagi rezim Orde Baru di bawah pimpinan Presiden Soeharto. Ketika reformasi dan perubahan politik menuju demokrasi terjadi. Golkar sebagai pendukung utama rezim Soeharto ini kehilangan patron politiknya. Dalam menghadapi kondisi yang demokratis, Golkar mengadakan Musyawarah Luar Biasa (Munaslub). Hasil dari Munaslub itu, Akbar Tandjung terpilih sebagai ketua umum Golkar, Golkar berubah menjadi Partai Golkar, dan merubah AD/ART Partai Golkar, (2) Banyak terjadi konflik dalam tubuh Partai Golkar. Konflik internal terjadi pada bulan 1998 setelah pihak yang kalah dalam Munaslub mulai membuat partai baru. Konflik internal selanjutnya terjadi pada Juli 1999 mengenai pro dan kontra tentang laporan pertanggungjawaban BJ Habibie. Konflik eksternal banyak muncul dari masyarakat terutama mahasiswa. Mereka menuntut pembubaran Partai Golkar yang dianggap sebagai sumber utama krisis. Partai Golkar juga dihadapkan terhadap keppres mengenai pembekuan Partai Golkar yang terjadi pada masa pemerintahan Gus Dur, (3) Begitu banyak konflik yang melanda Partai Golkar, tidak membuat partai ini menciut. Partai Golkar justru mampu bertahan dengan membuktikan sebagai pemenang pada Pemilu 2004. Partai Golkar mampu mengalahkan suara PDIP yang pada Pemilu 1999 menjadi pendulang suara terbanyak. Partai Golkar meraih suara 21,58% dan memenangkan suara terbanyak di 26 provinsi, hal ini karena Partai Golkar berhasil mempertahankan pendukungnya di daerah-daerah.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah
    Depositing User: Budianto Erwin
    Date Deposited: 21 Jul 2013 19:44
    Last Modified: 21 Jul 2013 19:44
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/7550

    Actions (login required)

    View Item