EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN TIPE JIGSAW BERBANTU MEDIA POWERPOINT PADA POKOK BAHASAN TEOREMA PYTHAGORAS KELAS VIII SMP NEGERI SE-KABUPATEN SRAGEN DITINJAU DARI MINAT BELAJAR SISWA TAHUN PELAJARAN 2010/2011

HANDITASERRA, FEBRYANA (2011) EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN TIPE JIGSAW BERBANTU MEDIA POWERPOINT PADA POKOK BAHASAN TEOREMA PYTHAGORAS KELAS VIII SMP NEGERI SE-KABUPATEN SRAGEN DITINJAU DARI MINAT BELAJAR SISWA TAHUN PELAJARAN 2010/2011. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1925Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Apakah pembelajaran dengan model kooperatif tipe Jigsaw memberikan prestasi belajar matematika lebih baik daripada pembelajaran dengan model STAD. (2) Apakah prestasi belajar matematika siswa dengan minat belajar tinggi lebih baik daripada siswa dengan minat belajar sedang dan rendah, dan siswa dengan minat belajar sedang lebih baik daripada siswa dengan minat belajar rendah. (3) apakah model pembelajaran Jigsaw menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran STAD pada siswa dengan minat belajar tinggi, sedang dan rendah. (4) apakah pada model pembelajaran Jigsaw, siswa dengan minat belajar tinggi lebih baik prestasi belajarnya daripada siswa dengan minat belajar sedang dan rendah serta siswa dengan minat belajar sedang lebih baik prestasinya daripada siswa dengan minat belajar rendah. (5) apakah pada model pembelajaran STAD, siswa dengan minat belajar tinggi lebih baik prestasi belajarnya daripada siswa dengan minat belajar sedang dan rendah serta siswa dengan minat belajar sedang lebih baik prestasinya daripada siswa dengan minat belajar rendah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain faktorial 2x3. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri di Kabupaten Sragen semester ganjil tahun pelajaran 2010/2011. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara stratified cluster random sampling dengan sampel penelitian adalah siswa-siswi dari SMP Negeri 1 Tangen, SMP Negeri 5 Sragen, dan SMP Negeri 1 Mondokan yang masing- masing terdiri dari satu kelas sebagai kelas eksperimen I dan satu kelas sebagai kelas eksperimen II. Banyak anggota sampel seluruhnya adalah 200 siswa. Uji coba instrumen prestasi belajar matematika dilakukan di SMP Negeri 2 Sragen dengan banyak responden 70 siswa. Hasil uji coba 30 butir soal instrumen tes dengan metode KR-20 menunjukkan bahwa indeks reliabilitasnya adalah 0,81. Pengujian keseimbangan kemampuan awal menggunakan uji-t yang sebelumnya dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dengan uji Liliefors, uji homogenitas dengan uji Bartlett. Hasil uji kemampuan awal menunjukkan bahwa sampel berdistribusi normal, berasal dari populasi yang homogen, dan mempunyai rataan yang sama. Pengujian hipotesis menggunakan anava dua jalan dengan sel tak sama, dengan taraf signifikansi 0,05 yang sebelumnya dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dengan uji Lilliefors, dan uji homogenitas dengan uji Bartlett. Hasil uji prestasi belajar menunjukkan bahwa sampel berdistribusi normal, dan berasal dari populasi yang homogen. Hasil uji anava menunjukkan (1) Hasil belajar matematika siswa dengan model pembelajaran kooperatif Jigsaw lebih baik daripada model pembelajaran kooperatif tipe STAD. (2) Hasil belajar matematika siswa dengan minat belajar tinggi lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa dengan minat belajar sedang dan rendah, begitu juga hasil belajar matematika siswa dengan minat belajar sedang lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa dengan minat belajar rendah. (3) Peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran STAD pada siswa dengan minat belajar tinggi, sedang dan rendah. (4) Peserta didik yang menggunakan model pembelajaran Jigsaw, siswa dengan minat belajar tinggi lebih baik prestasi belajarnya daripada siswa dengan minat belajar sedang dan rendah serta siswa dengan minat belajar sedang lebih baik prestasinya daripada siswa dengan minat belajar rendah. (5) Peserta didik yang menggunakan model pembelajaran STAD, siswa dengan minat belajar tinggi lebih baik prestasi belajarnya daripada siswa dengan minat belajar sedang dan rendah serta siswa dengan minat belajar sedang lebih baik prestasinya daripada siswa dengan minat belajar rendah. Kata kunci : Pembelajaran Matematika, Student Teams Achievement Divisions (STAD), Jigsaw, Minat Belajar

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Q Science > QA Mathematics
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Pendidikan Matematika - S2
    Depositing User: Dyah Pratiwi
    Date Deposited: 21 Jul 2013 05:19
    Last Modified: 21 Jul 2013 05:19
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/7401

    Actions (login required)

    View Item