PENYULIHAN DALAM NOVEL “EMPRIT ABUNTUT BEDHUG” KARYA SUPARTO BRATA

Indrayanto, Bayu (2011) PENYULIHAN DALAM NOVEL “EMPRIT ABUNTUT BEDHUG” KARYA SUPARTO BRATA. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1658Kb)

    Abstract

    Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan (1) Tipe-tipe Penyulihan dalam Novel “Emprit Abuntut Bedhug” karya Suparto Brata, (2) Fungsi Sintaktik Penyulihan dalam Novel “Emprit Abuntut Bedhug” Karya Suparto Brata, dan (3) Posisi dan Jarak Konstituen Antara Unsur Tersulih dan Penyulih dalam Novel “Emprit Abuntut Bedhug” Karya Suparto Brata. Data penelitian ini berupa berupa wacana naratif bahasa Jawa yang unsur penyulihan terdapat dalam kalimat pembentuk wacana itu. Data ini diperoleh dari sumber tertulis berupa novel seri Detektif Handaka “Emprit Abuntut Bedhug” Karya Suparto Brata. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak, adapun teknik dasar yang dipakai adalah teknik sadap, sedangkan teknik lanjutan yang penulis gunakan yaitu teknik catat. Metode penelitian ini menggunakan metode distribusional dengan teknik dasar yang digunakan adalah teknik Bagi Unsur Langsung (BUL). Teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik ganti. Kesimpulan dan hasil penelitian ini adalah (1) tipe-tipe penyulihan yang terdapat dalam novel EAB yaitu penyulihan nominal, frasal, verbal. Penyulihan nominal dalam novel EAB karya Suparto Brata berkategori : kata dengan kata, kata dengan frasa, frasa dengan kata, frasa nominal dengan frasa nominal, dan kata dengan klitika; (2) fungsi sintaktik dalam novel EAB berupa subjek sebagai konstituen tersulih, predikat konstituen tersulih, dan objek konstituen tersulih; (3) penggantian satuan lingual tertentu dengan satuan lingual lain dalam novel EAB karya Suparto Brata berfungsi untuk (a) menghadirkan variasi bentuk, (b) menghilangkan kemonotonan, (c) memperoleh unsur pembeda, dan (d) menciptakan dinamisasi narasi; (4) penyulihan dalam novel EAB karya Suparto Brata kebanyakan konstituen tersulih berposisi atau bersifat anaforis, meskipun juga ada yang bersifat kataforis atau keduanya. Sedangkan jarak konstituen antara unsur tersulih dengan konstituen penyulih ada yang dekat jaraknya dan ada pula yang jauh jaraknya. Jauh dekatnya jarak antara unsur penyulih dan unsur tersulih dapat dilihat dalam kalimat dalam satu paragraf, antarkalimat dalam satu paragraf, dan kalimat antarparagraf. Kata Kunci : Penyulihan, konstituen tersulih, penyulih, fungsi sintaktik

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Linguistik - S2
    Depositing User: Dyah Pratiwi
    Date Deposited: 21 Jul 2013 05:12
    Last Modified: 21 Jul 2013 05:12
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/7399

    Actions (login required)

    View Item