LAPORAN TUGAS AKHIR PEMBUATAN ALAT PENGERING BIOETANOL METODE ADSORPSI DALAM KOLOM UNGGUN TETAP

NUGROHO, DANI WAHYU and KRISTIANI, and HAFIDZ, M. SOFYAN and NINGRUM, THESA FITRIA (2009) LAPORAN TUGAS AKHIR PEMBUATAN ALAT PENGERING BIOETANOL METODE ADSORPSI DALAM KOLOM UNGGUN TETAP. UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img] PDF - Published Version
Download (408Kb)

    Abstract

    Pemenuhan sumber energi masyarakat Indonesia masih tergantung pada bahan bakar fosil. Jika ditelaah lebih jauh, ketergantungan terhadap bahan bakar fosil setidaknya memiliki 3 ancaman serius yakni: 1. Menipisnya cadangan bahan bakar fosil. 2. Ketidakstabilan harga akibat laju permintaan yang lebih besar dari produksinya. 3. Polusi gas rumah kaca (terutama CO2) akibat pembakaran bahan bakar fosil yang dapat menyebabkan pemanasan global. Penanggulangan masalah yang terjadi akibat penggunaan bahan bakar fosil adalah mengembangkan sumber energi yang baru dan terbarukan sekaligus ramah lingkungan. (www.agilonbetterment.wordpress.com) Keunggulan bioenergi dibandingkan bahan bakar fosil yaitu dapat diperbaharui (renewable), ramah lingkungan, dapat meningkatkan kinerja mesin (pembakaran lebih sempurna, mesin bersih dan halus), pada harga BBM fosil mencapai USD 50-60 per barrel, harga bioenergi akan menjadi kompatitif (lebih murah) dibandingkan dengan harga BBM fosil sehingga biofuel sangat layak dikembangkan sebagai energi alternatif pengganti BBM fosil, yang semakin terbatas ketersediaannya. (http://smansakudus.com) Pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Penyebab utama pemanasan ini adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, yang melepas karbondioksida dan gas-gas lainnya yang dikenal sebagai gas rumah kaca ke atmosfer. Ketika atmosfer semakin kaya akan gas-gas rumah kaca ini, ia semakin menjadi insulator yang menahan lebih banyak panas dari Matahari yang dipancarkan ke bumi. Rata-rata temperatur permukaan bumi 2 Laporan Tugas Akhir Pembuatan Alat Pengering Bioetanol Metode Adsorbsi dalam Kolom Unggun Tetap Program D3 Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret Surakarta sekitar 15°C (59°F). Selama seratus tahun terakhir, rata-rata temperatur ini telah meningkat sebesar 0,6 derajat Celsius (1 derajat Fahrenheit). Kenaikan temperatur ini akan mengakibatkan mencairnya es di kutub dan menghangatkan lautan, yang mengakibatkan meningkatnya volume larutan serta menaikkan permukaannya sekitar 9 - 100 cm (4 - 40 inchi), menimbulkan banjir di daerah pantai, bahkan dapat menenggelamkan pulaupulau. (http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global) Energi terbarukan adalah energi yang dapat diperbaharui dan apabila dikelola dengan baik, sumber daya itu tidak akan habis. Jenis energi terbarukan meliputi biomassa, panas bumi, energi surya, energi air, energi angin, dan energi samudera. Kesadaran terhadap ancaman serius tersebut telah mengintensifkan berbagai riset yang bertujuan menghasilkan sumber-sumber energi (energy resources) ataupun pembawa energi (energy carrier) yang lebih terjamin keberlanjutannya (sustainable) dan lebih ramah lingkungan salah satunya adalah sumber energi dari bioetanol. Inpres No.1/2006 dan No.5/2006 mengenai energi terbarukan merupakan landasan hukum untuk mengembangkan energi terbarukan. Pada cetak biru energi Nasional 2005-2006 dinyatakan pada tahun 2006 akan dibangun 17 pabrik gasohol dengan kapasitas 60 kilo liter per hari dan tahun 2008 sebanyak 8 pabrik serta 25 pabrik di tahun 2016 (Kompas 2 Maret, 2006).

    Item Type: Other
    Subjects: T Technology > T Technology (General)
    Divisions: Fakultas Teknik > D3 - Teknik Kimia
    Depositing User: Chrisstar Dini S
    Date Deposited: 21 Jul 2013 04:47
    Last Modified: 21 Jul 2013 04:47
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/7390

    Actions (login required)

    View Item