KAJIAN PEMBELAHAN UMBI BENIH DAN PERENDAMAN DALAM GIBERELIN PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.)

RATNASARI, TUTI (2010) KAJIAN PEMBELAHAN UMBI BENIH DAN PERENDAMAN DALAM GIBERELIN PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

[img] PDF - Published Version
Download (263Kb)

    Abstract

    Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu dari lima sumber karbohidrat dunia. Permintaan kentang di Indonesia semakin meningkat baik untuk konsumsi maupun industri. Namun permintaan yang semakin tinggi ini tidak diimbangi dengan peningkatan produksi. Produksi kentang masih terkendala kelangkaan dan tingginya harga umbi benih. Salah satu siasat mengatasi kedua permasalahan tersebut adalah menghemat umbi benih dengan perlakuan pembelahan dengan perlakuan giberelin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan jumlah belahan umbi benih dan konsentrasi giberelin yang tepat untuk budidaya kentang.Pelaksanaan penelitian dalam dua tahap yaitu persemaian umbi benih dan penanaman di lahan. Penelitian disusun secara faktorial menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Faktor perlakuan adalah konsentrasi giberelin (0 ppm, 5 ppm, 10 ppm dan 20 ppm) dan jumlah belahan umbi benih (tidak dibelah, dibelah 2, dibelah 3, dan dibelah 4). Berdasarkan hal itu maka terdapat 16 kombinasi perlakuan dan setiap kombinasi diulang sebanyak 3 kali. Variabel penelitian meliputi saat mucul dan persentase tumbuh sprout, jumlah sprout per belahan umbi, panjang sprout per belahan umbi, tinggi tanaman, jumlah batang per rumpun tanaman, berat kering brangkasan, berat umbi per sampel, berat umbi per petak, jumlah umbi per petak, dan klasifikasi umbi per petak. Analisis data persemaian dilakukan secara deskriptif dengan uji t berpasangan sedangkan data di lahan dan data panen dilakukan dengan uji F tingkat kepercayaan 95%, bila berbeda nyata dilanjutkan dengan DMRT taraf 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa persemaian umbi benih tidak dibelah dan dibelah pada arang sekam berhasil menumbuhkan sprout 100%. Perendaman dalam giberelin dapat mempercepat kemunculan sprout, namun konsentrasi giberelin tidak berpengaruh pada saat muncul dan persentase muncul sprout. Panjang sprout secara umum optimum pada belahan 3 dan konsentrasi giberelin 20 ppm. Konsentrasi giberelin berpengaruh pada tinggi tanaman dan jumlah batang per rumpun tanaman dengan konsentrasi terbaik secara berturut-turut 20 ppm dan 10 ppm. Umbi benih dibelah 2 merupakan perlakuan terbaik dengan hasil 4,1 ton/ha dan potensial hasil pada penanaman bulan Januari sebesar 8,25 ton/ha. Penggunaan umbi dengan dibelah 2 dapat menghemat umbi benih hingga 100%.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Depositing User: muhammad majaduddin
    Date Deposited: 20 Jul 2013 18:02
    Last Modified: 20 Jul 2013 18:02
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/7254

    Actions (login required)

    View Item