STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS WORTEL (Daucus carota L.) DI KECAMATAN TAWANGMANGU KABUPATEN KARANGANYAR

PERMATA , ARISA (2008) STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS WORTEL (Daucus carota L.) DI KECAMATAN TAWANGMANGU KABUPATEN KARANGANYAR. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF
Download (598Kb)

    Abstract

    Arisa Permata. H 0304058. Strategi Pengembangan Agribisnis Wortel (Daucus carota L.) di Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar. Dibimbing oleh Dr. Ir. Mohd Harisudin, M. Si dan R. Kunto Adi SP. MP. Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani wortel di Kabupaten Karanganyar; mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pengembangan agribisnis wortel di Kabupaten Karanganyar; mengetahui alternatif strategi; dan mengetahui prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan agribisnis wortel di Kabupaten Karanganyar. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survey. Lokasi penelitian dipilih secara purposive yaitu Kabupaten Karanganyar. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan data primer. Metode analisis yang digunakan adalah analisis usahatani untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan, analisis SWOT berupa matriks SWOT (Strenght, Weakness, Opportunities, Threats) dan QSPM (Quantitative Strategic Planing Matrix) untuk mengetahui faktor internal dan eksternal, merumuskan alternatif strategi, dan menentukan prioritas strategi. Dari analisis hasil penelitian diketahui besarnya biaya usahatani wortel di Kabupaten Karanganyar adalah Rp 4.480.636,89 per usahatani dan Rp 21.713.630,49 per hektar; besarnya penerimaan usahatani wortel di Kabupaten Karanganyar adalah Rp 8.766.666,67 per usahatani dan Rp 42.897.808,02 per hektar; serta besarnya pendapatan usahatani wortel di Kabupaten Karanganyar adalah Rp 4.286.029,77 per usahatani dan Rp 21.184.177,42 per hektar. Identifikasi faktor-faktor internal yang menjadi kekuatan pengembangan agribisnis wortel di Kabupaten Karanganyar adalah tanaman wortel tahan terhadap perubahan iklim, diversifikasi produk olahan wortel, kualitas bibit terkontrol, pengalaman berusahatani wortel lama, aktif dalam kelembagaan petani, hubungan baik petani dengan pihak lain (penyedia saprodi, penebas, dan koperasi), dan aktif dalam even-even bisnis. Faktor-faktor internal yang menjadi kelemahan pengembangan agribisnis wortel di Kabupaten Karanganyar adalah permodalan kurang, SDM petani rendah, ketergantungan petani kepada pedagang, sifat hedonisme petani, peralatan usahatani yang masih sederhana, dan kurang konsistennya petani dalam hal menjual bibit.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    S Agriculture > SB Plant culture
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Depositing User: Afif Wandala
    Date Deposited: 22 Jul 2013 17:08
    Last Modified: 22 Jul 2013 17:08
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/7226

    Actions (login required)

    View Item