STUDI SIFAT FISIS DAN MEKANIS FRONT GEAR CHAIN HONDA SUPRA X DAN FRONT GEAR CHAIN DAYANG SUPER X YANG MENGALAMI HEAT TREATMENT

Ismanto, Mohammad Dandy (2010) STUDI SIFAT FISIS DAN MEKANIS FRONT GEAR CHAIN HONDA SUPRA X DAN FRONT GEAR CHAIN DAYANG SUPER X YANG MENGALAMI HEAT TREATMENT. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (3190Kb)

    Abstract

    Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Menyelidiki karakteristik raw material front gear chain Dayang Super X dan front gear chain Honda Supra X yang meliputi komposisi kimia, struktur mikro dan kekerasan mikro dan makro. (2) Mengetahui jenis perlakuan panas (heat treatment) yang dilakukan untuk memperbaiki sifat fisis dan mekanis front gear chain Dayang Super X agar mendekati nilai kekerasan raw material front gear chain Honda Supra X. (3) Menyelidiki karakteristik front gear chain Dayang Super X yang telah mengalami heat treatment. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan eksperimen. Data awal dideskripsikan dan dibandingkan antar variabelnya, kemudian dilakukan eksperimen agar dihasilkan data yang mirip dengan variabelnya. Dari variabelnya dianalisis dan dibandingkan yang didasari literature agar didapatkan data yang tidak keluar dari teori. Data penelitian ini diperoleh dari hasil pengujian komposisi bahan, foto stuktur mikro, pengujian kekerasan makro dan kekerasan mikro dari sebelum heat treatment dan sesudah heat treatment. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif yang menghasilkan data yang berupa angka-angka. Sampel penelitian ini adalah sebuah front gear chain Honda Supra X dan front gear chain Dayang Super X yang keduanya identik sama bentuk dan ukuran dengan mata gear 14. Hasil uji komposisi menunjukkan bahwa front gear chain Honda Supra X memiliki kandungan carbon yang tinggi yang mencapai 0,77 % wt dan termasuk dalam baja AISI 1075 karena memiliki kandungan C 0,70 – 0,80 %, Mn 0,40- 0,70 %, P max 0,040 %, S max 0,050 %. Untuk hasil komposisi front gear chain Dayang Super X memiiki kandungan karbon yang rendah yang mencapai 0,244 % wt dan termasuk dalam baja AISI 1023 karena memiliki kandungan 0,19 − 0,25 % C, 0,30 − 0,6 % Mn, 0,040 % P max, 0,050 % S max. Hasil pengamatan foto struktur mikro dari raw material front gear chain Honda Supra X dan Dayang Super X menunjukkan gear tersebut memiiki nilai 3 daerah yang berlainan yang dimulai dari daerah ujung, daerah transisi, dan daerah tengah. Pada raw material Honda Supra X terlihat martensit yang tersebar rata pada seluruh permukaan gear, namun martensit yang terdapat pada daerah ujung. Untuk raw material front gear chain Dayang Super X juga memiliki 3 daerah yaitu ujung, transisi dan tengah, namun untuk struktur yang timbul terlihat jelas pada daerah ujung yang hanya memiliki martensit yang paling padat daripada daerah transisi dan tengah yang terlihat sebagian besar pearlit dan ferrit. Hasil pengujian kekerasan makro dan mikro juga terlihat raw material front gear chain Honda Supra X memiiki kekerasan yang tinggi. Selain itu juga timbul distribusi kekerasan, untuk kekerasan makro maksimal pada front gear chain Honda Supra X yaitu 79,9 HRA dan terendah yaitu 73,1 HRA. Kekerasan makro raw material front gear chain Dayang Super X memiliki nilai kekerasan terbesar yaitu 71,9 HRA dan terendah yaitu 52,8 HRA. Untuk kekerasan mikro front gear chain Honda Supra X yang paling tinggi yaitu 645,0 VHN dan terendah yaitu 515,8 VHN. Kekerasan mikro front gear chain Dayang Super X terbesar yaitu 486,7 VHN dan terendah 344,7 VHN. Heat treatment yang dilakukan pada front gear chain Dayang Super X adalah hardening dengan quenching air garam 10 % untuk menghasilkan kekerasan maksimal dengan holding time efektif 5,10 dan 15 menit. Kekerasan makro dan mikro yang paling keras dihasilkan adalah hasil holding time 10 menit dan dihasilkan kekerasan maksimal makro yaitu sebesar 73,5 HRA dan terendah yaitu 69,8 HRA. Untuk kekerasan mikro terbesar yaitu senilai 425,2 VHN dan terendah senilai 378,1 VHN. Hasil struktur mikro terlihat dengan variasi hoding time 10 menit juga memiliki struktur yang paling baik yaitu telah menghilangkan daerah transisi sehingga antara daerah ujung dan daerah tengah memiliki kandungan martensit yang banyak dan relatif homogen dari pada variasi holding time lainya.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Teknik Mesin
    Depositing User: Wibowo Anggita
    Date Deposited: 20 Jul 2013 06:40
    Last Modified: 20 Jul 2013 06:40
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/7157

    Actions (login required)

    View Item