PERSILANGAN DIALEL ENAM VARIETAS KEDELAI (Glycine max (L.) Merill) DALAM RANGKA PENINGKATAN HASIL DAN KANDUNGAN PROTEIN

MULYASARI, IKA (2011) PERSILANGAN DIALEL ENAM VARIETAS KEDELAI (Glycine max (L.) Merill) DALAM RANGKA PENINGKATAN HASIL DAN KANDUNGAN PROTEIN. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (381Kb)

    Abstract

    Kedelai merupakan komoditas yang bernilai ekonomi tinggi dan banyak memberi manfaat, tidak hanya digunakan sebagai bahan pangan tetapi juga sebagai bahan baku industri dan pakan ternak. Kedelai merupakan sumber protein nabati yang tinggi serta sumber lemak, vitamin dan mineral yang sering dikonsumsi masyarakat. Peningkatan kiantitas dan kualitas hasil kedelai dapat dilakukan melalui pemuliaan tanaman dengan cara persilangan antar varietas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan silang enam varietas kedelai dan mendapatkan benih F1 dan kadar protein tinggi dibanding dengan tetuanya. Penelitian dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian UNS Jumantono, Karanganyar dan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian UNS. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan empat ulangan dan persilangan dialel dengan menggunakan metode Griffing II. Bahan yang digunakan adalah tanaman kedelai yang terdiri dari varietas-varietas Grobogan, Burangrang, Anjasmoro, Argomulyo, Gepak Kuning, Mallika dan biji kedelai hasil silang. Data persilangan dianalisis ragam berdasarkan uji F 5%. Kadar protein diperoleh dengan menggunakan uji Kjeldahl. Kemampuan silang pada enam varietas kedelai dan pada semua persilangan buatan berkisar antara 92,55%-100% dan 51,24%- 86,94%. Persilangan dapat meningkatkan kadar protein pada persilangan Argomulyo dengan Gepak Kuning (46,37%) dibandingkan dengan persilangan sendiri, persilangan Argomulyo (45,46%) dibandingkan dengan tetua (39,4%) dan persilangan Gepak Kuning (46,85%) dibandingkan dengan tetua (35,38%). Soybean is a commodity with high economic value and many benefits, not only used as food but also as an industrial raw material and animal feed. Soybean is a high source of vegetable protein and fat sources, vitamins and minerals that are often consumed by the public. Increasing of yield quality and quantity can be reached by breeding program inter varietes crossing. The research aim to know of crossing ability from six soybean variety and to find the heritage (F1) of soybean with the superior characters for protein content Research conducted in the Experimental Farm Faculty of Agriculture UNS Jumantono, Karanganyar and in Chemistry and Soil Fertility Laboratory, Faculty of Agriculture UNS. Research using randomized complete block design (RCBD) with four replications and dialel cross with Griffing II method. The material used is composed of soybean varieties Grobogan, Burangrang, Anjasmoro, Argomulyo, Gepak Kuning, Mallika and soybean seed cross results. Data analyzed by F test range of 5% . Protein content was obtained by using the Kjeldahl test. Percentage crossing ability of six soybean varietes to all combination range was from 92,55%-100% and 51,24%- 86,94%. Crossbreeding can be increased the protein content in Argomulyo with Gepak Kuning crossing (46.37%) compared with the selfing cross, selfing cross Argomulyo (45.46%) than elders (39.4%) and selfing croses the Gepak Kuning (46.85%) compared with elders (35.38%).

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    S Agriculture > SB Plant culture
    Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi
    Depositing User: Fairly Okta'mal
    Date Deposited: 20 Jul 2013 00:41
    Last Modified: 20 Jul 2013 00:41
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/7104

    Actions (login required)

    View Item